Amouhnews.com | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pempro) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M menghadiri acara peresmian Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Hayza Nur Ilmu serta meresmikan dengan penandatangan batu prasasti dan peninjauan lokasi bersama dengan lainnya bertempat di lapangan Sekolah Eks Sekolah Karya Ibu di jalan Sosial KM 5 Kecamatan Kemuning Palembang.
Turut hadir didalam kegiatan ini Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Sekretaris Disdik Provinsi Sumsel, Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (Kabid SMA) Disdik Provinsi Sumsel, Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Disdik Provinsi Sumsel, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdik Provinsi Sumsel, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Sumsel, Kepala Sekolah SLB dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, para Kepala Sekolah yang ada di kota Palembang, serta undangan lainnya.
Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, perubahan status sekolah yang sebelumnya berada di bawah naungan yayasan Karya Ibu menjadi sekolah negeri bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan awal dari lahirnya institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing.
Anak-anak yang sebelumnya berstatus siswa di yayasan kini menjadi siswa sekolah negeri. Ini harus menjadi sekolah yang istimewa, dan keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh para peran guru.
“Karena itu, saya minta data kebutuhan dan kualitas guru segera disampaikan agar kita bisa membuka asesmen dan seleksi terbuka. Saya menilai keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh kualitas guru dan tata kelola pendidikan yang baik,” ujarnya.
Kemudian, oleh karena itu, Pemprov Sumsel akan melakukan pendataan kompetensi guru secara menyeluruh sebagai dasar pelaksanaan seleksi terbuka untuk mendapatkan tenaga pendidik terbaik.
Saya berharap SLB dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi ini mampu menjadi sekolah yang diminati masyarakat karena kualitasnya, bukan sekadar menjadi pilihan alternatif.
“Guru di sini harus menunjukkan performa terbaik sejak awal. Bangun fondasi yang kuat sehingga sekolah ini tidak dipandang sebagai sekolah biasa, tetapi sekolah yang memiliki keistimewaan dari kualitas alumninya,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, selain mendorong peningkatan mutu sekolah, Herman Deru juga menggagas agar Dinas Pendidikan Sumsel menyediakan solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah impiannya. Setiap anak harus tetap mendapatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.
Terpenting sekolah itu tetap berkualitas. Kita ingin memberi ruang agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang baik. Diri saya juga kembali menegaskan dengan komitmen untuk tidak menjadikan sektor pendidikan sebagai instrumen politik.
“Dimana pendidikan dan kesehatan merupakan investasi masa depan yang harus terus diperkuat. Bahwa sejak tahun 2018 Pemprov Sumsel telah memberikan subsidi pendidikan kepada siswa SMA dan SMK sebagai bentuk keberpihakan terhadap akses pendidikan yang merata,” katanya.
Menurut Kadisdik Provinsi Sumsel Hj Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd, pada hari ini (kemarin.red) kita rencanakan untuk peresmian dari SLB dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, kami sedikit akan menyampaikan sejarah pendirian dari sekolahan ini. Sebelumnya yayasan yang memiliki SMA Karya Ibu dan SLB Karya Ibu ini adalah yayasan Dharma Wanita yang menggunakan lahan dari Pemprov Sumsel dan sekarang sudah diserah terimakan kepada Pemprov Sumsel untuk dijadikan sekolah negeri.
Dengan proses yang panjang, alhamdulillah pada tahun 2026, berdasarkan Keputusan Gubernur Sumsel Nomer 232 KPTS Disdik tahun 2026 pada tanggal 22 April 2026 alhamdulillah sudah ditandatangani oleh Gubernur Sumsel.
“Kami sampaikan bahwa pada hari ini lingkungan sekolah ini kami sampaikan mempunyai luas 3,5 hektar, 2 hektar merupakan SMA dan 1,5 hektar adalah SLB yang ada posisi disebelah kanan untuk SLB,” ucapnya.
Masih dilanjutkannya, saat ini untuk siswa SMA Negeri Nayza Nur Ilmi berjumlah 200 orang dan untuk SLB Nayza Nur Ilmi dari berbagai tingkatan sekitar berjumlah 264 orang. Dan pada tahun 2026 ini SPMB sudah dilaksanakan dengan kekhususan, di mana kekhususannya berbeda dengan sekolah lainnya yang mempunyai nomer. Jadi SMA Negeri Nayza Nur Ilmi ini menerima lebih dari 50 persen untuk jalur afirmasi atau dari jalur keluarga yang tidak mampu.
Ini tentu saja sudah sesuai dengan arahan dari Gubernur Sumsel. Bahwa kita harus memprioritaskan bagi anak-anak yang kurang mampu di Sumsel untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta sama dengan anak-anak lainnya. Dan itulah kekhususan itu juga didalam penerapan mengenai kurikulumnya akan menggunakan kurikulum dengan pendekatan iman dan taqwa.
“Dan kami juga berharap mohon bantuan Gubernur Sumsel agar kami juga difasilitasi nantinya untuk memilih guru-guru yang kompeten di Sumsel ini untuk menjadi tenaga pengajar,” imbuhnya.
Begitu juga disampaikan Kepala SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Mgs H Siddik, S.Pd., M.Si, dirinya menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki karakteristik kuota yang cukup unik dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan. Sekolah ini mengalokasikan kuota jalur afirmasi yang sangat besar, yakni mencapai 55 persen.
Untuk kuota afirmasi, porsinya memang berbeda dengan sekolah lain. Kami mengalokasikan 55 persen dari total daya tampung untuk jalur afirmasi. Saat ini, penerimaan Tahap 1 untuk jalur prestasi sudah selesai dan kami berhasil menjaring 12 siswa di gelombang pertama tersebut.
“Bahwa proses seleksi akan langsung berlanjut ke Tahap 2 atau Gelombang Kedua yang dijadwalkan dimulai pada hari Senin mendatang. Keistimewaan lain dari sekolah ini adalah sistem penerimaannya yang bersifat terbuka luas,” bebernya.
Ditambahkannya, di mana yang membedakan sekolah kami dengan yang lain adalah pada gelombang kedua nanti, prasyaratnya terbuka untuk seluruh lulusan SMP. Kita menerapkan sistem lintas sektor atau lintas wilayah, sehingga seluruh lulusan SMP dari mana pun bisa mendaftar ke sini.
“Melalui sinergi penguatan kualitas guru oleh Pemprov Sumsel serta sistem penerimaan yang inklusif, SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi diharapkan mampu bertransformasi menjadi model pendidikan unggul yang melahirkan generasi Sumsel yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan,” jelasnya.






