- Advertisment -spot_img
BerandaNewsDiduga Dizalimi Dan Diintimidasai Oleh Oknum Guru, di SMKN 5 Palembang Orang...

Diduga Dizalimi Dan Diintimidasai Oleh Oknum Guru, di SMKN 5 Palembang Orang Tua Siswa Angkat Bicara

Ampuhnews.com Palembang – Terkait adanya dugaan dzalim terhadap siswa atas nama Rafli Iqbal kelas sebelas oleh beberapa oknum guru di SMKN 5 Palembang, Sri Sundari selaku orang tuanya angkat bicara dan hal inilah menjadi sorotan publik.

Adanya dugaan tersebut setelah Sri Sundari diwawancara oleh awak media di Kediamannya ,Jalan Kapten Rivai Kecamatan Bukit Kecill Kota Palembang, Sabtu (27/6/2026), dan mengatakan bahwa anaknya tidak naik kelas.

Sebagai wakil murid, Sri Sundari merasa tidak nyaman dan adi, karena anaknya tidak naik kelas, sedangkan anaknya tidak begitu nakal dan berprestasi dibidang olahraga yang menjadi ekstrakulikuler di Sekolah tersebut.

“Alasan gurunya yang menyebabkan anak saya tidak naik kelas, karena tidak mengumpulkan tugas dan tidak mengikuti aturan sekolah. Kalau ada setiap permasalahan terkait dengan Rafli, saya datang ke Sekolah,” katanya.

Ia ungkapkan bahwa anaknya tersebut diduga banyak mendapatkan bullying dan intimidasi oleh oknum guru Atas nama dengan inisial S dan A.

“Oknum guru dengan inisial S, selalu membuli anak saya tersebut Badung, nakal, perokok berat. Sedangkan oknum guru dengan inisial A mengancam anak saya tidak akan naik kelas jika tidak mau mengikuti retret,” ungkapnya Sri.

Lanjut Sri juga ungkapkan pertama kali anaknya masuk sekolah, dalam mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pernah ditempeleng oleh oknum guru lainnya.

“Anak saya ditempeleng oleh oknum guru tersebut sedang berada di Mushola, pada saat sedang makan. Berhubung anak saya menjadi siswa SMKN 5 Palembang, maka saya mencoba untuk diam,” ujarnya.

Lebih lanjut dia beberkan, pada saat anaknya sedang mengikuti ujian semesteran untuk kenaikan kelas, ditegur oleh guru dengan inisial S, bagi yang belum menyelesaikan tugas harap diselesaikan.

“Pada saat anak saya menghadap guru-guru untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut ditolak. Namun pada saat pembagian raport, permasalahan tidak mengumpulkan tugas diungkit lagi oleh S,” bebernya Sri.

Terkait oknum guru S yang diduga pulang pada saat sedang jam kerja untuk menyupin anaknya makan, Sri terangkan pada saat itu anaknya dibilang oleh oknum guru tersebut minggat sekolah, padahal anak saya itu ada di moshola dan ia diminta untuk datang ke sekolah sebagian orang tua Rafli.

“Pada saat saya datang ke sekolah, ibu S yang memanggil saya tidak ada ditempat. Pada saat bertanya dengan satpam disekolah, katanya ibu S sedang pulang ke rumah untuk menyuapin makan anaknya, begitupun yang ada diruangan BP jawabannya sama seperti satpam tersebut,” terangnya Sri.

Kemudian karena ada kerjaan untuk mengambil Kartu Keluarga (KK) ke Ducapil Kota Palembang, Sri meninggalkan sekolah tersebut dengan dan rencananya setelah selesai akan kembali ke sekolah lagi. Pemanggilan terhadap dirinya tersebut untuk membuat surat peringatan (SP) untuk anaknya oleh pihak sekolah.

“Pada saat kerjaan saya sudah selesai saya menelpon S, tidak bisa datang lagi, karena sedang hujan deras sampai sekarang saya tidak dipanggil lagi,” jelasnya.

“Karena saya merasa anak saya tidak minggat dan tidak ada pemanggilan lagi saya diamkan saja. Pada saat pembagian raport hal tersebut diungkit kembali oleh S, kenapa tidak datang pada saat pemanggilan tersebut dan S bilang kayak mana ngurus anak sebagai orang tua,” tambahnya Sri.

Terkait dengan prestasi, anaknya mengikuti eskul Futsal. Setiap mengikuti event anaknya mengatasnamakan sekolah, tetapi tidak pernah di support atau dibantu anggaran atau dana dari sekolah dan menggunakan anggaran pribadi.

Ditempat yang sama, Rafli menambahkan di sekolah tersebut ada oknum guru O dan Z yang masih aktif mengajar mata pelajaran dalam keadaan diduga sakit.

“Oknum guru dengan inisial O dalam cara mengajarnya kadang jelas kadang tidak dan kami maklumi, karena kata guru yang lain guru tersebut sedang sakit. Pada saat beliau menanyakan pertanyaan kalau kami tidak bisa menjawab dibilangnya kami buyan,” ujarnya.

Kemudian lanjut dia sampaikan bahwa untuk guru dengan inisial Z, juga tidak jelas l, karena menjelaskan bukan mata pelajaran yang ditugaskan kepadanya. Untuk mendapatkan mata pelajarannya siswa yang datang menemuinya di mobil yang dikendarainya.

“Guru tersebut menjelaskan bukan mata pelajaran yang sesuai dengan tugasnya, tetapi setiap menjelaskan kebanyakan hanya tentang agama, inilah yang membuat kami bingung,” tutupnya Rafli (Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES