Ampuhnews com Palembang – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar tasyakuran 10.000 santri bebas buta aksara Al-Qur’an dan wisuda Akbar Tahun 2026 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (25/6/2026).
Turut hadir Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Muchendi Mahzareki SE MSi, Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin MT MM, Wabub Banyuasin, Ir Netta Indian SP dan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH.
H Herman Deru mengaparesiasi kegiatan yang dilakukan oleh BKPRMI Sumsel. Keberhasilan 10.000 santri yang dinyatakan mampu membaca Al-Qur’an merupakan capaian luar biasa dan layak menjadi catatan penting dalam sejarah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
“Kita bersyukur anak-anak yang mengikuti kegiatan hari ini, dinyatakan pandai membaca Al-Qur’an. Ini layak menjadi rekor dan sejarah terbesar dalam pelepasan buta aksara Al-Qur’an,” ucapnya.
Ia tegaskan bahwa pendidikan anak sejatinya merupakan tanggung jawab utama orang tua. Sementara itu, guru, ustaz, dan ustazah memiliki peran membantu orang tua dalam memberikan pendidikan serta membentuk kecerdasan dan karakter anak.
“Sejatinya pendidikan anak, tanggungjawab orang tua. Sedangkan Ustaz/ustazah dan guru hanya membantu tugas para orang tua. Oleh karena itu dengan keterbatasan para orang tua, peran ustaz/ustazah dan guru sangat penting untuk pendidikan anak kedepan,” ujarnya Deru.
“Selamat kepada BKPRMI Sumsel atas suksesnya melaksanakan kegiatan hari ini, semoga kedepan Sumsel banyak melahirkan tahfidz dan bebas buta aksara Al-Qur’an,” ucapnya.
Sementara Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel, Ustadz Firdaus SH mengatakan bahwa tasyakuran 10 ribu santri se-Sumsel, bebas buta aksara Al-Qur’an dan sekaligus wisuda Akbar yang dilaksanakan hari ini, sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu.
“Mudah-mudahan kegiatan yang diikuti 10 ribu peserta se-Sumsel ini, menjadi pemantik dan semangat untuk memberantas buta huruf atau aksara Al-Quran di Sumsel,” harapnya.
Ia ungkapkan bahwa dari 10 ribu santri sebanyak 2100 orang mengikuti kegiatan hari ini secara langsung dan 7900 orang yang tersebar di wilayah Sumsel mengikuti secara online.
“Kegiatan ini kita laksanakan secara rutin setiap tahunnya, namun Tahun ini pertama kalinya kita laksanakan secara serentak dengan jumlah peserta 10 ribu santri se-Sumsel,” ungkapnya Ustadz Firdaus.
Lanjut Ustadz Firdaus mengucapkan selamat kepada para santri yang telah diwisuda dan telah dinyatakan bisa membaca Al-Quran.
“Kedepan kami berharap setelah ini, mereka akan memasuki jenjang penghafal Al-Quran, sehingga dapat mengamalkan setiap ayat yang dihafal dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Lebih lanjut dia sampaikan bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya akan melounching kurikulum ekoteologi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pemuda Masjid Sumsel dan aplikasi Bisa Ngaji.
“Adanya LBH Pemuda Masjid Sumsel, kita berharap dapat membantu penyelesaian perkara sengketa tanah wakaf untuk masjid di wilayah Sumsel. Begitupun dengan adanya aplikasi Bisa Ngaji kami juga berharap semua anak-anak bisa bergabung, sehingga kami bisa mantau perkembangan dalam membaca Al-Quran,” tutupnya Ustadz Firdaus (Zul).



