Ampuhnrws.com Palembang – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) gelar Rapat Teknis (Ratek) terkait kegiatan optimalisasi lahan rawa Tahun Anggaran (TA) 2024, bersama instansi di Ballroom Hoten Novotel Jalan R Sukamto Kecamatan Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang, Kamis (2/4/2024).
Turut hadir Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI M Thohir SSos MM, Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi, Kemen ATR BPN, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS), Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (DPUBMTR) Provinsi Sumsel, Polda Sumsel, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas dan 5 (lima) Kabupaten yang melaksanakan optimalisasi Lahan Rawa (OPLA)
Kadis Pertanian Provinsi Sumsel Bambang Dr Ir H R Bambang Pramono MSi terangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres pelaksanaan Sistem Investigasi dan Desain (SID) 2021 dan 2024.
“Untuk SID 2021 kita mengevaluasi sampai sejauh mana pelaksanaan kontruksi yang dilaksanakan. Sedangkan untuk SID 2024 dari target 71 ribu hektar sudah selesai berapa luas dan apa faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat” terangnya.
ia sampaikan oleh karena adanya faktor penghambat teraebut pihaknya mengundang BBWSS, Dinas Kehutanan, ATR BPN dan Institusi lainnya yang terkait dengan kegiatan OPLA.
“Faktor-faktor yang menjadi penghambat diantaranya yaitu adanya lahan-lahan saluran-saluran utama di SPBU masih dangkal yang akan kita sinergikan dengan kegiatan OPLA dan juga lahan-lahan yang menjadi lokasi OPLA sebagian besar masih lahan-lahan suaka, padahal lahan tersebut, pengelolaannya sudah dikelola beberapa lama oleh kelompok tani,” ungkapnya Bambang.
Lanjut Bambang ungkapkan 5 Kabupaten yang melaksanakan kegiatan OPLA dan luas lahannya yaitu Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 65 ribu hektar, Banyuasin 22 ribu hektar, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) 5 ribu hektar, Ogan Ilir (OI) 4 ribu hektar dan Muara Enim 2400 hektar.
Kabupaten OKI pemanfaatan lahan untuk kegiatan OPLA paling luas, karena terdiri dari 2 (dua) lahan yaitu lahan pasang surut dan lebak.
“Saat ini lahan-lahan yang masih terkendala dalam pelaksanaan OPLA baik SID 2024 maupun kontruksinya adalah lahan lebak karena genangan airnya cukup tinggi, tetapi kita optimis Insyaallah target kita dibulan Juni akan diselaikan sehingga ada pertanaman di bulan juli sampai September yang akan berkontribusi untuk produksi Tahun 2024,” ungkapnya
Lebih lanjut dia beberkan 3 program kegiatan untuk peningkatan produksi yang sudah disampaikan dalam Ratek ini, yaitu OPLA, Pompanisasi dan Tumpang Sisip Padi Gogo.
“Insyaallah 3 kegiatan ini akan saling mendukung sehingga akan meningkatkan produksi, tidak hanya untuk Sumsel saja, tetapi juga untuk Indonesia,” ucapnya Bambang.
Terakhir Bambang tambahkan saat ini kondisi alam masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan terutama di lahan lebak, karena curah hujan masih cukup tinggi menyebabkan lahan tergenang air, sehingga menghambat pelaksanaan SID dan kontruksi.
“Mudah-mudahan di pertengahan Mei curah hujan bisa semakin menurun dan insyaallah genangan air dilahan semakin menyurut sehingga lahan-lahan lebak sudah bisa dikerjakan oleh teman-teman dari TNI sebagai pelaksana kontruksi,” tutupnya Bambang (Zul).






