Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsWalupun Dituduh Dan Dilaporkan, Tidak Menyulutkan Untuk Wujudkan Impiannya, SMKN 4 Palembang...

Walupun Dituduh Dan Dilaporkan, Tidak Menyulutkan Untuk Wujudkan Impiannya, SMKN 4 Palembang Kedepan, Ini Ungkapnya Sumin Eksan

Ampuhnews.Com -Palembang – Kepala SMK Negeri 4 Palembang, Sumin Eksan SPd MM, angkat¹ bicara, adanya pemberitaan yang beredar Media Sosial (Medsos), terkait laporan oleh perkumpulan Pemangku Kepentingan Pendidikan (P2KP) ke Kejari Palembang beberapa hari yang lalu.

Dalam laporan tersebut terkait adanya pungutan uang atau iuran bulanan dengan nama komite sebesar Rp 200 ribu.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SMKN 4 Palembang, Sumin Eksan mengatakan bahwa pungutan di SMKN 4 Palembang, memang ada, tetapi pungutan tersebut bukan liar, melainkan pungutan resmi. Dalam hal ini, ada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang pungutan dan sumbangan.

“Pungutan tersebut menurut surat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud RI, Nomor : 82954/A.44/HK/2017, bahwa SMA/SMK/SLB dapat melakukan pungutan pendidikan atau boleh dengan istilah lain yaitu Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Sedangkan Komite Sekolah (Komsek), tidak boleh memungut dan hanya boleh memberikan sumbangan,” katanya, Jumat (13/12/2024).

Ia ungkapkan bahwa, walaupun, SMKN 4 Palembang, diperbolehkan memungut, tetapi pihaknya tidak berlakukan pemungutan, tetapi berlakukan sumbangan sesuai dengan kemampuan orang tua siswa.

“Sumbangan tersebut nilainya tidak merata yaitu ada yang memberikan Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu dan bahkan, jika anak tersebut yatim piatu dan orang miskin atau tidak mampu dengan menunjukkan bukti seperti kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), maka kita bebaskan dari SPP tersebut dengan kouta 20 persen,” ungkapnya Sumin.

Lanjut Sumin terangkan kegunaan dari SPP tersebut, untuk membangun bengkel mobil yang saat ini sedang proses, biaya bagi siswa yang mengikuti perlombaan serta gaji Office Boy (OB), Guru Honor dan lainnya yang tidak mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Kependidikan (NUPTK). Dana dari SPP dan komite ini, sangat bermanfaat sekali untuk kemajuan bagi SMKN 4 Palembang.

“Dengan adanya kita membuat bengkel mobil tersebut dapat mengundang pihak-pihak dari perusahaan Mitsubushi, Daihatsu maupun Toyota untuk mengajak kerja sama atau MoU dengan SMKN 4 Palembang, karena kedepan mereka akan melihat SMK 4 ini satu-satunya di Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki bengkel mobil sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut dia ucapkan terima kasih kepada seluruh wali siswa dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, karena diberi kesempatan untuk mengembangkan SMKN 4 Palembang ini.

“Saya sebagai Kepala SMKN 4 Palembang, ingin sekali mencontoh SMK di Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat, dimana SMK tersebut sudah bisa merangkai kabel bodi motor dan ketika tamat mereka langsung direkrut atau diterima bekerja oleh perusahaan-perusahaan yang terkait,” ujarnya Sumin.

Terakhir Sumin tambahkan terkait dengan hal tersebut menjadi mimpinya akan terjadi juga terhadap siswa-siswa SMKN 4 Palembang dengan adanya bengkel mobil sendiri. Oleh karena itu ia meminta bantuan dan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan cita-citanya.

Saya pindah dari SMAN 22 Palembang dan saat ini menjadi Kepala SMKN 4 Palembang, karena prestasi, dimana pada saat menjabat sebagai Kepala SMAN 22 Palembang, siswanya lulus masuk perguruan tinggi dari 102 jalur undangan dan hampir 90 persen dari jalur tes,” pungkasnya Sumin (Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES