Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsMASIH BERLANJUT! AP3 MENYURATI KEJATI SUMSEL TERKAIT PEMBELIAN MOBIL DINAS KAB. PALI...

MASIH BERLANJUT! AP3 MENYURATI KEJATI SUMSEL TERKAIT PEMBELIAN MOBIL DINAS KAB. PALI DIDUGA PEMBOROSAN ANGGARAN DI TENGAH EFISIENSI

Ampuhnews.com | Palembang – Ketimpangan kebijakan anggaran kembali menjadi sorotan. Di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih dibelit persoalan ekonomi dan akses pelayanan dasar, Pemerintah Kabupaten PALI justru diduga menggelontorkan dana hingga Rp12,2 miliar hanya untuk pengadaan mobil dinas.

Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3) mengecam kebijakan tersebut sebagai bentuk ketidaksensitifan pemerintah terhadap realitas warganya. Pada Rabu (25/6/2025), AP3 secara resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran itu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), lengkap dengan bukti awal yang mereka yakini cukup untuk ditindaklanjuti secara hukum.

“Di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak hidup pas-pasan, pemerintah justru sibuk memikirkan kenyamanan lewat mobil dinas baru. Ini jelas bentuk kebijakan yang tidak tahu diri,” tegas Abu Rizal, S.Ag, perwakilan AP3.

Menurutnya, pengadaan mobil mewah di tengah situasi fiskal yang semestinya dikelola dengan bijak, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Terlebih, pemerintah pusat telah mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, yang seharusnya menjadi pedoman seluruh pemerintah daerah.

“Kami tidak anti pembangunan, tapi kami menolak pemborosan. Kalau rakyat masih kesulitan berobat dan anak-anak belajar di ruang kelas yang rusak, lalu pejabat malah naik mobil baru—itu bukan pembangunan, itu pelecehan terhadap rasa keadilan,” tambah Hadi Prasmana, S.Kom, anggota AP3.

AP3 menyatakan akan terus mengawal laporan ini demi mendorong pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat kecil. Mereka juga meminta Kejati Sumsel tidak tinggal diam dan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan langkah hukum yang tegas.

Dalam masyarakat yang makin melek anggaran, keputusan-keputusan simbolik seperti pengadaan mobil dinas kini tak lagi bisa disembunyikan di balik retorika pembangunan. Publik menuntut keberpihakan, bukan kemewahan. (Enggi Marlisa)

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES