Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNews​Ferry Juliantono: Menteri Koperasi Kita

​Ferry Juliantono: Menteri Koperasi Kita

Ampuhnews.com | Ogan Ilir, Sumatera Selatan, – Penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi dan UKM adalah keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto yang patut dicermati. Di tengah krisis kemanusiaan dan lingkungan akibat sistem kapitalisme monopoli industri, kepemimpinan yang berlandaskan prinsip keadilan dan kemanusiaan sangat dibutuhkan sebagai representasi dari kebijakan kepala negara.

​Ferry Juliantono bukanlah sosok baru dalam dunia aktivis dan birokrat. Keluasan pengetahuan dan pengalamannya dalam memahami problematika ekonomi masyarakat telah teruji sejak masa kuliah, melalui kiprahnya di lembaga swadaya masyarakat, hingga kegiatan politik bersama Syarikat Islam. Ia datang dengan perpaduan unik antara idealisme aktivis dan pengalaman birokrat, sebuah kombinasi yang berpotensi membawa perubahan signifikan pada sektor koperasi.

​Visi Koperasi sebagai Antitesis Kapitalisme Monopolistik

​Ferry Juliantono memandang koperasi tidak hanya sebagai entitas ekonomi, melainkan sebagai antitesis terhadap sistem kapitalisme yang hanya berfokus pada keuntungan. Ia memahami bahwa sistem ini, seperti yang diisyaratkan dalam QS. Ar-Rum: 41, telah memicu kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial. Keterlibatannya sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam dan tokoh yang menginisiasi Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) membuktikan bahwa ia tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki basis massa dan jaringan yang kuat di akar rumput. Ini adalah modal sosial tak ternilai yang dapat menggerakkan partisipasi publik secara masif dalam semangat “jihad ekonomi.”

​Gagasan tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) adalah manifestasi konkret dari visinya. Program ini menunjukkan pendekatan yang holistik: membangun kekuatan ekonomi dari pinggiran. Dengan menjadikan koperasi sebagai “agregator” dan “konsolidator” di tingkat desa, ia berpotensi mengatasi masalah klasik UMKM, seperti skala bisnis yang kecil, daya tawar rendah, dan terbatasnya akses permodalan. Pendekatan ini juga sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 7, agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja.

Penghargaan Tokoh Perubahan Ekonomi Indonesia yang diberikan kepada Ferry Juliantono menunjukkan pengakuan atas perannya dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Koperasi Merah Putih, program yang digagasnya, dinilai sebagai terobosan penting untuk memberdayakan ekonomi umat. Penghargaan ini juga menegaskan bahwa strategi pembangunan ekonomi yang berfokus pada pertumbuhan di tingkat desa, seperti yang diperjuangkan Ferry, merupakan pendekatan yang layak dan efektif. Dengan demikian, penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi.

​Tantangan dan Hari Depan Koperasi

​Meskipun visi dan programnya sangat menjanjikan, tantangan terbesar bagi Ferry Juliantono adalah fase implementasi. Ada beberapa area krusial yang harus menjadi prioritas:

Penguatan Paradigma dan Regulasi: Koperasi di Indonesia masih menghadapi hambatan berupa minimnya pemahaman masyarakat dan diskriminasi regulasi. Ferry Juliantono harus berani mendorong revisi regulasi yang berpihak pada koperasi, serta memastikan koperasi tidak lagi dianggap sebagai usaha kelas bawah atau dijadikan objek proyek semata. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 188 yang melarang praktik-praktik yang tidak adil.

​Edukasi dan Inovasi: Koperasi harus kembali diajarkan di sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi. Pendidikan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran akan prinsip-prinsip koperasi dan memerangi praktik menyimpang yang mencoreng citra baiknya. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan lingkungan.

Sinergi dan Dukungan Antarlembaga: Visi menjadikan koperasi sebagai “bandar usaha yang berwibawa” membutuhkan sinergi kuat antarlembaga, serta dukungan penuh dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kedatangan Ferry Juliantono di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya pada April lalu, dalam rangka peresmian gedung BMT (Koperasi Syariah) dan pembentukan Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Ogan Ilir, menunjukkan komitmennya dalam mendukung lembaga ekonomi keummatan.

​Kesimpulan

​Dengan perpaduan pengalaman sebagai aktivis dan birokrat, Ferry Juliantono memiliki kesempatan emas untuk mewujudkan visi ekonomi kerakyatan yang telah lama dicita-citakan. Masyarakat menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinannya, koperasi akan kembali menjadi pilar kokoh yang memberikan kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia diharapkan mampu membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar program semata, tetapi sebuah solusi yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai-nilai luhur ekonomi Pancasila.

​Dipa Erwin, Pengajar Madrasah di Ogan Ilir

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES