Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsMedia Gathering UNSRI Tahun 2025, dihadiri 100 Insan Pers dari Berbagai...

Media Gathering UNSRI Tahun 2025, dihadiri 100 Insan Pers dari Berbagai Media

Ampuhnews.com Palembang – Universitas Sriwijaya (UNSRI) gelar media gathering Tahun 2025 yang dihadiri seratus awak media dengan mengusung tema ‘ UNSRI bersinergi berdampak untuk negeri’, secara resmi dibuka oleh Sekretaris UNSRI, Prof Dr Alfitri MSi.

Gathering media tersebut digelar di Gedung D3 Fakultas Ekonomi Kampus UNSRI Bukit Jalan Srijaya Negara Kecamatan Ilir Barat I kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jum’at (5/12/2025).

Kepala Humas dan Protokol UNSRI, Dr Nurly Meilinda SIKom MKom mengatakan bahwa tema dalam kegiatan media gathering sama dengan tema dies natalis UNSRI ke-65 Tahun, yang digelar pada November yang lalu.

“Hari ini menjadi momen istimewa, untuk kita bersilaturahmi, karena sejak kami dilantik hari ini baru sempat kita laksanakan media gathering,” katanya.

Ia menyadari betul betapa pentingnya peran media khususnya para insan pers bukan hanya sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai jembatan dari UNSRI kepada Publik.

“Dalam hal ini, kami mengajak kepada seluruh insan pers untuk menyamakan visi, agar UNSRI bisa bereputasi yang baik dan bisa dikenal baik secara nasional maupun internasional,” pintanya Nurly.

“Terima kasih kepada semua pihak dan para insan pers atas terlaksananya kegiatan media gathering hari ini, ucapnya.

Sementara Sekretaris UNSRI, Prof Dr Alfitri MSi mengungkapkan bahwa sejak UNSRI menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), terjadi perubahan yang cukup signifikan terutama pada struktur organisasi.

“Dengan perubahan status tersebut, saat ini UNSRI telah memiliki Kantor Humas, Kantor Hukum dan Kantor Administrasi & Rumah Tangga, yang berada disatu sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris Universitas,” ungkapnya.

Terkait dengan pertemuan hari ini, ia meyakini kegiatan media gathering yang dilaksanakan menjelang akhir Tahun 2025 ini, tidak hanya yang pertama dan terakhir, tetapi akan ada rutinitas gathering yang lain, baik dalam bentuk formal maupun non formal.

“Untuk keterbukaan informasi, kedepan, kami akan memediasikan, bagaimana insan pers bisa bertemu dengan pimpinan Universitas, karena pers merupakan jembatan emas dari informasi antara lembaga institusi publik dengan masyarakat,” kata Alfitri.

Lanjut Alfitri meminta apapun yang terjadi kedepan yang berkaitan dengan UNSRI, agar diberitakan baik negatif maupun positif. Dalam hal ini negatif akan menjadi sebuah kontrol sebagai penyelenggara perguruan tinggi dan positif akan menjadi bukti kinerja bagi UNSRI.

“Oleh sebab itu, pertemuan kita hari ini, membawa makna bahwa insan pers dan Perguruan Tinggi itu, sebagai dua sisi mata yang tidak bisa dipisahkan, karena kita sebagai negara demokrasi, pers menjadi pilar demokrasi di Indonesia,” ujarnya Alfitri

Lebih lanjut Alfitri terangkan bahwa UNSRI adalah milik kita bersama, oleh karena itu dibutuhkan kontrol dari para insan pers dan ia yakin para insan pers bisa lebih rasional dalam memberitakan apa saja yang perlu diberitakan.

“kita berharap dalam setiap pemberitaan baik negatif maupun positif harus berdasarkan dari sumber yang jelas. UNSRI melalui Kantor Humas terbuka 24 jam untuk menerima informasi apapun,” terangnya.

Setelah UNSRI menjadi PTN-BH, pihaknya akan mengejar seperti PTN-BH lain, yang tidak hanya menuju internasionlisasi, tetapi yang paling penting adalah pelayanan yang terbaik baik kepada mahasiswa maupun masyarakat.

“Hal ini kami sadari memang sangat berat ditengah keterbatasan anggaran, kita harus menyediakan sarana prasarana terbaik menuju kampus kelas dunia atau World Class University (WCU),” jelasnya Alfitri.

Terakhir Alfitri tambahkan bahwa Melalui media gathering ini, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kumpul-kumpul tetapi sebagai ajang untuk menyamakan persepsi bahwa informasi itu menjadi bagian penting dalam memajukan sebuah institusi, menuju Indonesia Emas 2045.

“Untuk mencapai 2045 sebagai Indonesia emas, syarat utamanya yaitu dibidang pendidikan, karena jika pendidikan gagal Indonesia Emas akan gagal, makanya kritik dan kontrol kami dalam penyelenggaraan pendidikan dan yang lebih penting kita sama-sama untuk membangun sinergi yang positif,” tutupnya Alfitri (Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES