Ampuhnews.com Palembang – SMA Negeri 18 Palembang menyelenggarakan kegiatan diseminasi Interactive Flat Panel (IFP) di Ruang Digital Supeno, Rabu (14/1/2025), sebagai upaya mendukung transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah.
Kegiatan diseminasi IFP merupakan Transformasi digital pendidikan yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yaitu menciptakan Indonesia Cerdas.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 18 Palembang, H Heru Supeno SPd MSi dan diikuti 40 peserta guru-guru SMAN 18 Palembang serta perwakilan guru dari sekolah Swasta maupun Negeri dalam satu rayon 17 Palembang.
Dalam sambutanya Heru mengatakan bahwa Diseminasi IFP diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran interaktif yang mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.
“Melalui kegiatan ini para guru akan mendapatkan pemahaman dan praktik langsung penggunaan IFP sebagai media pembelajaran digital di kelas.” ungkapnya.
Lanjut ia terangkan bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti IFP merupakan kebutuhan di era digital saat ini.
Dalam hal ini Guru diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik.
“Diseminasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat inkuiri kolaborasi antar sekolah dan guru dalam satu rayon agar memiliki pemahaman yang sama” terangnya Heru.
Lebih lanjut Heru sampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung, semua peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan praktik penggunaan IFP dengan menghadirkan narasumber, Eka Maryati Rahmi SPd MPd.
“Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran digital antar guru,” katanya.
Terakhir dia jelaskan tujuan dari kegiatan ini diantaranya yaitu
1. Meningkatkan literasi digital dan keterampilan penggunaan IFP.
2. Mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
3.Dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter generasi digital saat ini.
4.Mendukung terwujudnya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan.
“Dengan terlaksananya kegiatan diseminasi IFP ini, kita berharap, para guru dapat mengimplementasikan teknologi pembelajaran interaktif secara optimal di kelas, sehingga berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar peserta didik,” tandasnya Heru (Ril/Zul).






