Ampuhnews.com Palembang – Ratusan massa tergabung dalam aliansi Ormas dan Aktivis Pemantau Keseimbangan Bahan Bakar Bakar Minyak (BBM) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Jalan Jend A Yani Kecamatan Seberang Ulu Dua Kota Palembang, Rabu (21/1/2023).
Aksi tersebut terkait dugaan berbagai penyimpangan akibat kebijakan perusahaan yang tidak pro rakyat, yang selama ini seolah-olah dipendam oleh oknum pejabat PT Pertamina Patra Niaga.
Beberapa tuntutan dalam aksi tersebut diantaranya yaitu
– mendesak Dirut PT Pertamina Patra Niaga segera berhentikan GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dari jabatannya.
– Tertibkan SPBU yang terindikasi masih melakukan kecurangan dalam melayani konsumen dan menjual BBM tidak dengan prosedural kepada oknum konsumen.
Salah satu ormas yang ikut dalam aksi tersebut yaitu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipimpin langsung oleh Ir Suparman Romans.
Suparman Romans mengatakan bahwa dalam aksi ini pihaknya menginginkan transparansi, dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terkait banyaknya temuan dilapangan yang mengindikasikan adanya penyimpangan, konspirasi dan mafia BBM yang telah berlangsung lama, bahkan puluhan Tahun tanpa sentuhan hukum.
“Hal inilah yang kita pertanyakan kepada pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan apabila tidak bisa menjelaskan secara logis dan faktual, kami akan meneruskannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH), gerakan yang lebih besar dan menyampaikan secara langsung, kepada Pertamina pusat di Jakarta,” katanya.
Ia tegaskan bahwa dalam aksinya demo hari ini, pihaknya betul-betul menyampaikan aspirasi secara faktual, bukan hanya sekedar asumsi.
“Oleh karena itu siapapun yang menerima aksi demo hari ini, sepanjang itu kita anggap mereka bisa memberikan penjelasan yang logis kita akan terima, tetapi apabila yang menerima kita dalam aksi hari ini bukan pihak yang berkompeten, kami akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut,” tegasnya Suparman.
Lanjut Suparman ungkapkan beberapa dugaan temuan-temuan penyimpangan dilapangan yang sudah pasti dirasakan oleh masyarakat yaitu kelangkaan BBM jenis solar sangat meresahkan masyarakat terutama para pemilik kendaraan bermotor berbahan solar baik pribadi maupun truk.
“Dalam hal ini, baik pemiliknya maupun sopirnya bisa beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, terpaksa mengantri di SPBU sampai dengan subuh untuk mendapatkan BBM solar. Saya kira ini menjadi suatu kebijakan yang tidak manusiawi,” ungkapnya.
Selain itu berdasarkan investigasi pihaknya menemukan dugaan adanya penjualan BBM ilegal yang tidak disalurkan sebagai mestinya.
“Dalam hal ini kami menduga kuat adanya Kouta BBM subsidi yang disembunyikan dan dimanfaatkan oleh oknum untuk dijualkan kepada perusahaan-perusahaan dengan harga industri,” bebernya Suparman.
Lebih lanjut Suparman sampaikan sebelum pihaknya mengambil langkah-langkah selanjutnya setelah aksi hari ini, terlebih dahulu akan melihat hasil dialog dengan pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Pihaknya berharap melalui dialog tersebut mereka bisa memberikan sebuah keyakinan akan adanya perubahan untuk melakukan reformasi terhadap kebijakan distribusi BBM dan juga masalah-masalah yang lainnya.
“Dalam hal ini Kami mencium adanya indikasi monopoli kegiatan-kegiatan proyek kepada oknum (pengusaha) tertentu. Sementara pengusaha lain khususnya pribumi atau lokal tidak diberikan kesempatan berpartisipasi dalam proyek yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga Sumbagsel,” tandasnya Suparman (Zul).






