Ampuhnews.com Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar rapat dengan perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) terkait pengelolaan jalan tambang yang akan dimanfaatkan menjadi jalan hauling Batubara.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Senin (6/4/2026) tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Dr H Apriyadi MSi bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemprov Sumsel.
H Apriyadi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada lagi kendaraan angkutan tambang yang melintasi jalan umum di wilayah Provinsi Sumsel, kecuali perusahaan yang mendapatkan toleransi seperti PT Semen Baturaja.
“PT Semen Baturaja, kita berikan toleransi, karena semen merupakan termasuk katagori barang kebutuhan pokok yang menunjang proyek strategis nasional,” katanya.
Ia mengajak semua pihak, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat (Ormas), termasuk media untuk mengawasi agar tidak ada lagi kendaraan angkutan Batubara melewati jalan umum atau nasional.
“Mewakili Gubernur Sumsel, pesan saya kepada perusahaan tambang pemegang IUP, tolong patuhi intruksi Gubernur Sumsel terkait dilarangnya angkutan Batubara melintasi jalan umum,” pesannya Apriyadi.
Terkait dengan proses pengelolaan jalan tambang menjadi jalan hauling, Apriyadi ungkapkan bahwa melalui rapat hari ini, pihaknya akan melihat keseriusan dari perusahaan tambang pemegang IUP untuk mengelolanya.
“Perusahaan tambang yang memegang IUP pada dasarnya telah sepakat mengizinkan jalan tambang untuk dijadikan jalan hauling, walaupun demikian harus ada manajemen yang mengelolanya,” ungkapnya.
Sementara, Danny Dangkua yang mewakili PT BAS yang merupakan salah satu perusahaan tambang yang memiliki IUP hadir dalam rapat tersebut untuk mengajukan permohonan jalan tambang menjadi jalan houling.
“Dalam hal ini kita lakukan, karena sebagai pemilik tambang Batubara, kita mempunyai kepentingan menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut Batubara. Sejauh ini sudah ada tiga perusahaan yang sudah siap untuk bekerja sama,” tutupnya Dani (Zul).






