Ampuhnews.com Palembang – Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) gelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Tradisional Brotherhood Of Texophiliyes (BOT) edisi ke delapan Tahun 2026 di D’sultan Stable Palembang Jalan Kol Sulaiman Amin Pagar Dewa Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang, Minggu (17/1/2026).
Kejurnas yang mengusung tema ‘semangat kekuatan” tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Walikota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Hukum Dan HAM, H Edison SSos MSi, Sekretaris Dispora Kota Palembang, Santi Zahara AP MH dan Perwakilan PT Pusri, Candra dan Perwakilan OPD Kota Palembang.
Staf Ahli Walikota Palembang, H Edison mengatakan bahwa Kejurnas ini, selain sebagai uji kemampuan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Turki, juga sebagai ajang mempererat silaturahmi para atlet KPBI.
“Kepada para peserta Kejurnas, junjung tinggi sportivitas. Mudah-mudahan dengan mengikuti event ini, para atlet KPBI lebih meningkatkan lagi prestasi di masa yang akan datang,” harapnya.
Sementara Ketua Umum KPBI, Dr Akhmad Mustain SSTP MSi, mengatakan bahwa Kejurnas Panahan Berkuda merupakan event Tahunan yang digelar oleh KPBI dan untuk edisi ketujuh sudah dilaksanakan di Sidoarjo Provinsi Jawa Timur Tahun kemaren.
“Kejurnas Panahan Tradisional BOT yang kita laksanakan hari ini merupakan event kedelapan dan insyallah kalau tidak ada halangan Sumatera Barat sudah mengajukan sebagai tuan rumah edisi kesembilan Tahun 2027 mendatang,” katanya.
Ia sampaikan bahwa sesuai dengan tema dalam event Kejurnas ini, digambarkan dengan target yang dicapai yaitu berlapis dimana didepan bantalan 5 (lima) centimeter dan dibelakang bantalan 3 (tiga) centimeter. Jika anak panah tersebut menembus bantalan maka poinnya dihitung 5 kali lipat.
“Dalam Kejurnas Panahan Tradisional BOT edisi kedelapan ini berbeda dengan yang sebelumnya karena membutuhkan kualitas busur yang lebih kuat dan strategi, sehingga anak panah bisa menembus bantalan tersebut,” ujarnya Mustain.
Lanjut Mustain terangnya bahwa hal ini merupakan rangkaian dari inovasi yang coba dimunculkan, supaya tidak ada kejenuhan dalam memanah, sehingga variasi event ini bisa terus menjadi penyemangat para peserta.
“Kejurnas ini diikuti 480 peserta, terdiri dari Putra sebanyak 240 orang dan Putri 240 orang, yang berasal dari 22 Provinsi di Indonesia. Peserta Kejurnas ini diikuti juara nasional dan dunia yang telah mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional” terangnya.
Lebih lanjut dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palembang dan masyarakat yang telah memfasilitasi event hari ini dengan menggunakan lahan Fasilitas Umum (Fasum) dan lahan masyarakat sekitar.
“Tahun ini sebagai motivasi hadiah yang kita diberikan kepada para juara hampir ratusan juta rupiah. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Kejurnas ini,” ucapnya Mustain.
Terakhir Mustain tambahkan bahwa Juara di Kejurnas Panahan Tradisional BOT edisi ketujuh 2025 yang lalu akan dikirim mewakili Indonesia dalam mengikuti Kejuaraan Dunia di Turki.
“Peserta yang akan dikirim pada Kejuaraan Dunia yang akan dilaksanakan pada Juni 2026 mendatang tersebut yaitu Putra dari Sumbar dan Putri dari Lampung yang merupakan juara pada Kejurnas Panahan Tradisional BOT edisi ketujuh kemarin,” tutupnya Mustain (Zul).






