Ampuhnewa.com | Palembang – Massa aksi Koalisi Ormas, Aktivis, dan Mahasiswa Sumatera Selatan gelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, untuk mendesak Kejati Sumsel serius mengusut Kasus Kredit bermasalah yang diduga terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepitisme ( KKN ) terkait Pemberian Fasilitas Pinjaman atau Kredit yang di lakukan oleh Bank BRI.kepada Perusahaan PT. BSS dan PT.SAL serta keterlibatan KPKNL dan PT. SPP sehingga terjadinya kerugian negara yang di estimasi 1.3 T. Rabu (20/08/25).

Koordinator aksi, Umar Yuli Abbas, menegaskan bahwa pihaknya hanya meminta Kejati Sumsel untuk benar-benar mengungkap kasus ini secara tuntas. Ia menilai penanganan perkara masih menyisakan sejumlah kejanggalan, terutama terkait pelelangan aset sitaan.
“Kalau memang WS bersalah, penjarakan dan sita semua asetnya. Yang tidak masuk akal, barang sitaan yang masih dalam proses penyidikan itu malah dilelang, dan kejaksaan seolah melakukan pembiaran,”Tegas Umar.
Umar memaparkan, dari total aset senilai Rp.995 miliar yang dilelang, PT SPP disebut memenangi dengan nilai Rp.550 miliar. Belakangan, Kejati langsung menyita uang Rp506,15 miliar dari hasil lelang tersebut. Namun, menurut Umar, masih ada aset lain senilai Rp700 miliar lebih yang juga dilelang dan kembali dimenangkan perusahaan yang sama dengan nilai sekitar Rp350 miliar.
“Artinya, aset WS yang nilainya sekitar Rp1,7 triliun hanya dihargai sekitar Rp900 miliar. Dengan estimasi kerugian negara Rp1,3 triliun, berarti ada potensi kerugian sekitar Rp400 miliar. Ini yang kami curigai ada permainan mafia pelelangan antara pihak bank, KPKNL, dan pembiaran dari kejaksaan,” ujar Umar.
Massa aksi juga menyampaikan kekecewaan atas sikap Kejati Sumsel yang dinilai hanya menerima aspirasi tanpa memberi jawaban konkret. Umar menyebut tanggapan pihak kejaksaan hari ini tidak memuaskan.
“Pihak Kejati hanya bilang akan menyampaikan ke pimpinan, tanpa ada langkah serius. Kami tidak ingin persoalan sebesar ini hanya dianggap formalitas,” tambahnya.
Umar menegaskan, pihaknya akan melanjutkan aksi dengan rencana menggelar unjuk rasa di kantor BRI dan KPKNL dalam waktu dekat. “Mungkin minggu depan kami akan demo di BRI dan KPKNL. Kalau Kejati Sumsel tidak menindaklanjuti, kami akan bawa persoalan ini ke Kejaksaan Agung,” pungkasnya.
Massa aksi, Koalisi Ormas Aktivis dan Mahasiswa Sumatera Selatan di terima oleh Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Burnia Jaksa Fungsional Kejati Sumsel yang mengatakan tentu ini akan kami sampaikan ke pimpinan dan nanti akan ada tindaklanjutnya keteman-teman karena proses ini sedang berjalan di pengadilan.






