Ampuhnews.com Palembang – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan (Sumsel) launching Pemusatan Latihan Daerah (PELATDA) road to Peparnas 2028 Nusa Tenggara Barat (NTB) – Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung di Grand Daira Hotel Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Ilir Timur Satu Kota Palembang, Jum’at (13/3/2026) juga digelar buka puasa bersama atlet, pelatih, pengurus dan pembina.
Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari mengatakan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan mental dan spiritual yang seimbang
“Modal utama atlet untuk bersaing di Peparnas adalah keseimbangan antara mental, fisik, dan spiritual. Ketiganya harus selaras,” ujarnya.
Dalam program Pelatda ini, lebih dari 100 atlet disabilitas akan menjalani pembinaan secara intensif dan terprogram. Mereka dipersiapkan untuk berlaga di 13 cabang olahraga yang menjadi andalan kontingen Sumatera Selatan.
Ia terangkan bahwa sistem pelatihan yang diterapkan dalam Pelatda bersifat kompetitif dengan menerapkan mekanisme promosi dan degradasi bagi para atlet. Dengan sistem tersebut, setiap atlet diharapkan terus terpacu meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Kami akan terus memantau perkembangan setiap atlet. Mereka yang menunjukkan peningkatan performa akan tetap dipertahankan dalam program Pelatda,” terangnya Rian.
Sebagai catatan, pada ajang Pekan Paralimpik Nasional XVII 2024 di Surakarta, kontingen Sumatera Selatan berhasil menempati posisi kesembilan klasemen akhir dengan raihan 21 medali emas, 24 medali perak, dan 37 medali perunggu. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi NPCI Sumsel untuk meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.
“Target kami tentu lebih tinggi. Kami ingin posisi Sumsel bisa naik di klasemen,” tegas Rian.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru melalui Asisten I Pemerintah Provinsi Sumsel, Zulkarnain, menyampaikan bahwa program Pelatda tidak hanya berfokus pada pembinaan olahraga semata, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan semangat para atlet.
“Ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat tekad para atlet dalam menghadapi Peparnas 2028,”katanya.
Lanjut dia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet disabilitas agar berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan prestasi Sumatera Selatan di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Wakapolrestabes) Palembang, AKBP Aditya Kurniawan SH SIK MSi memberikan apresiasi kepada para atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan.
“Para atlet disabilitas merupakan pribadi-pribadi hebat yang telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui program pemusatan latihan daerah (Pelatda) ini para atlet diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik, mental, maupun semangat juang, sehingga dapat tampil optimal pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 mendatang.
“Jadikan setiap latihan sebagai langkah menuju prestasi. Terus jaga sportivitas, kebersamaan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi daerah,” pesannya Aditya.
Terakhir Aditya menegaskan bahwa Polrestabes Palembang akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan membangun generasi berprestasi, termasuk dalam pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas.
“Semoga para atlet NPCI Sumsel dapat tampil membanggakan dan meraih prestasi terbaik pada Peparnas 2028 nanti,” tutupnya Aditya (Ril/Zul).






