Ampuhnews.com | Pali – Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI) menyampaikan tanggapan kritis terhadap berita viral penganggaran sebesar Rp 2,3 miliar oleh Dinas Perikanan Kabupaten PALI untuk pembelian pempek, otak-otak, dan kerupuk ikan. Dalam keterangannya, Aki Musholah, formature Ketua Umum HIMAPALI, menyampaikan nada kritik tajam.
” Kami ucapkan selamat! Kabupaten PALI berhasil menorehkan sejarah sebagai daerah pertama yang memperlakukan pempek layaknya proyek strategis nasional. Kalau pempek bisa menurunkan stunting, ya kami siap kampanye makan lenjer tiap hari,” ujarnya
Lebih lanjut, Aki menilai bahwa alokasi anggaran tersebut tidak mencerminkan empati pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan kemiskinan, pengangguran, dan angka gizi buruk.
” 2,3 miliar itu cukup untuk menyambung nyawa ribuan keluarga miskin. Tapi tampaknya di mata penguasa, lebih penting menyambung selera lidah rapat-rapat formal. Rakyat makan janji, elite makan pempek,” tambahnya.
HIMAPALI mempertanyakan urgensi dan efektivitas dari program tersebut. Jika benar untuk kampanye makan ikan, maka harusnya bukan hanya berhenti di meja acara, tapi sampai ke rumah-rumah rakyat yang kesulitan membeli beras, apalagi pempek isi telur.
Jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, HIMAPALI menyatakan akan menggelar aksi damai bertajuk “Pempek Untuk Siapa?” dengan membawa tenda mahasiswa di depan kantor Bupati PALI.
“Kami tidak anti pempek. Tapi kalau uang rakyat dipakai seenaknya untuk makan-makan, maka itu bukan promosi ikan, itu promosi kebejatan,” tutup Aki Musholah. (Enggi Marlisa)






