Ampuhmews.com Palembang – Ratusan massa gabungan dari beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) gelar aksi demo di halaman Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Jalan Srijaya Negara Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat Satu Kota Palembang, Senin (8/12/2025)
Aksi tersebut digelar terkait adanya dugaan upaya penghambatan dari internal Polsri terhadap pekerjaan renovasi ruangan Direktur senilai Rp 200 Juta, yang telah selesai sejak 2023, namun hingga kini belum dibayarkan.
Ormas-Ormas yang ikut dalam aksi tersebut diantaranya, Koalisi Aktivis Rakyat Bawah, Harimau Sumatera Bersatu, Grib Jaya Sumsel, dan Forum Cakar Sriwijaya, serta Koalisi Masyarakat Peduli Palembang, yang dihadiri langsung oleh Ketuanya masing-masing.
Beberapa hal tuntutan dari mereka yaitu
– Mendesak pihak Direktur Polsri segera membayar uang renovasi tersebut.
– Menindak tegas Oknum Direktur Polsri atas nama IR yang menganggap remeh proses pembayaran tersebut.
– Mendesak pihak BPK dan Kejaksaan Tinggi Sumsel, mengaudit kekayaan oknum Direktur Polsri.
Aksi tersebut sempat memanas sampai mereka melakukan pembakaran ban mobil bekas, dan situasi mulai agak kondusif setelah pihak kampus dalam hal ini, Direktur Polsri, Ir Irwan Rusnadi MT, mengajak pihak perwakilan ormas dan kontraktor ke ruang rapat untuk menjelaskanya.
Perwakilan pihak ormas diantaranya Yan Coga, Bersatu Satria Amri, Soehendra Tamzil, Hasbi Sanaki, Geri Wijaya (Edi Medan), Rizky Pratama dan pihak kontraktor, H Hermasyah selaku Direktur CV Cendana Cahaya Abadi (CCA).
Direktur CV. CCA, H Hermansyah mengatakan bahwa pekerjaan renovasi ruangan Direktur Polsri yang telah diselesaikan sejak 2023 tersebut sampai saat ini belum ada penyelesaian pembayaran.
“Dalam hal ini, selama 2 (dua) Tahun, setiap kami mau menagih pembayaran renovasi ruangan tersebut sampai saat ini tidak ada kejelasannya,” bebernya kepada awak media usai mediasi dengan Direktur Polsri.
Lanjut ia beberkan bahwa pihaknya menduga adanya indikasi pihak tertentu yang sengaja menunda proses pembayaran. Renovasi ruangan tersebut.
“Kami menduga dalam hal ini, ada bawahan Direktur yang sepertinya sengaja menghalangi. Walaupun demikian dalam mediasi tadi, kami sudah sepakat dalam satu Minggu harus ada penyelesaian,” ujarnya Hermansyah.
Sementara Direktur Polsri, Irwan Rusnadi mengatakan bahwa terkait dengan tuntutan pembayaran renovasi ruangan tersebut, pihaknya akan melakukan rapat secara internal dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Dalam penyelesaian permasalahan ini, sesuai dengan prosedur dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” katanya.
Lebih lanjut dia ungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin ada permasalahan dengan siapapun, karena Polsri merupakan lembaga pendidikan, yang harus memberikan manfaat dan dampak sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.
“Karena lembaga pendidikan bagian dari instansi pemerintah, kami harus taat kepada aturan Kementerian dan harus berkoordinasi terlebih dahulu,” ungkapnya Irwan.
“Dalam satu Minggu kami akan memberikan jawaban terkait penyelesaian pembayaran renovasi ruangan Direktur Polsri tersebut,” tutupnya Irwan (Zul).






