Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsUpaya Mitigasi Karhutla, Kapolda Sumsel Gelar Rapat Bersama Jajaran Manggala Agni

Upaya Mitigasi Karhutla, Kapolda Sumsel Gelar Rapat Bersama Jajaran Manggala Agni

Ampuhnews.com Palembang – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol A Rachmad Wibowo gelar rapat bersama Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, di Aula Rapat Mapolda Sumsel, Jumat (19/7/2024).

Hadir pada rapat koordinasi tersebut Wakapolda Brigjen Pol M Zulkarnaen, para Pejabat Utama Polda, Kapolres OKI, Kapolres Banyuasin, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XIV Banyuasin dan XVII OKI.

Kapolda Sumsel Irjen Pol S Rachmad Wibowo mengatakan bahwa sesuai Instruksi Presiden No 3 tahun 2020 tentang penganggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah disebutkan secara jelas tugas dan peran kepolisian yaitu membantu BNPB dengan mengerahkan kekuatan untuk pemadaman Karhutla.

“Selain itu bersama TNI serta instansi lain secara terpadu dengan Pemerintah Daerah (Pemda) giatkan patroli kawasan hutan dan lahan melakukan pembinaan masyarakat agar berpartisipasi dalam upaya penanggulangan karhutla, mengefektifkan upaya penegakan hukum pidana terhadap perbuatan melanggar hukum yang terkait Karhutla dan menjatuhkan sanksi maksimum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan atas pelanggaraan, pembiaran, dan/ atau persekongkolan yang melibatkan anggota Polri,” terangnya.

Dalam upaya memberikan bantuan tersebut, ia menyebut pihaknya telah mempersiapkan personel Polda dan jajaran berikut peralatan sarana prasarana yang telah dilakukan pengecekan. Namun demikian, Kapolda juga ingin personelnya memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk siap diterjunkan kelapangan.

“Dari Manggala Agni sebagai pihak yang ahli dibidang karhutla ini, agar bisa memberikan pelatihan kepada personel Polda Sumsel, baik teori dan pelatihannya (praktek) sehingga mereka memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk siap diterjunkan memadamkan api dilapangan nantinya,” harapnya Rachmad.

Lanjut Mantan Kapolda Jambi tersebut mengaku pihaknya menyiapkan 200 personel yang siap untuk dilatih oleh instruktur dari Manggala Agni, serta telah memberikan bekal perlengkapannya.

“200 personel kami siapkan untuk dibekali ketrampilan, kemudian juga kelengkapan seperti sepatu karet, masker, kacamata anti asap, jet shooter, kepyok api, bola pemadam kebakaran hingga drone dan seluruh kendaraan operasional pendukung dilapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rachmad ungkapkan bahwa data kabupaten kota yang saat ini rawan terjadinya karhutla yaitu dikabupaten Ogan Ilir, kabupaten Ogan Komering Ilir dan kabupaten Banyuasin. Namun demikian daerah lain juga sudah terdapat titik panas/hotspot.

Kapolda juga mengintruksikan kepada Kapolres jajaran agar giat melakukan upaya sosialisasi dan mitigasi karhutla dengan menggandeng semua pihak termasuk perusahaan pemilik lahan perkebunan diwilayah masing masing,

“Kemaren terjadi kebakaran di Lorok Indralaya, lebih kurang 10 hektar lahan terbakar. Untungnya petugas disana sigap, bahkan Kapolres OI ikut turun bersama memadamkan api. Di Muratara juga sampai mengakibatkan adanya korban meninggal dunia karena membakar lahan,” bebernya.

Sementara itu Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan kesediaan pihaknya untuk memberikan pelatihan ketrampilan kepada personel Polda Sumsel.

“Terimakasih kepada Kapolda Sumsel yang telah berikan kesempatan kepada kam untuk ikut rapat kali ini. Kondisi di Manggala Agni sendiri memang sangat kekurangan tenaga dilapangan. Dengan adanya bantuan kekuatan dari Polda dan jajaran tentu akan menjadikan pekerjaan dilapangan semakin ringan. Dari Manggala Agni siap untuk memberikan pelatihan ketrampilan bagi personel kepolisian,” ucapnya.

Dukungan dan kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan termasuk pengelola jalan tol dan dia juga mengingatkan kendala geografis dan kondisi lahan yang ada cukup menyulitkan petugas memadamkan api.

“Lahan gambut diwilayah Sumsel ini ada yang mencapai ketebalan/kedalaman hingga 6 meter, belum lagi keterbatasan persediaan air serta sulitnya mencapai lokasi. Semua menjadi tantangan dan perlunya ketrampilan menanganinya,” tutupnya Ferdian (humaspoldasumsel/Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES