Ampuhnews.com | Palembang – Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi Sumatera Selatan (JAKOR Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Cetak Sawah di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2025–2026.
Dalam orasinya, pada Senin (3/8/2026), JAKOR Sumsel mengaku telah memperoleh data hasil investigasi dan informasi yang mengindikasikan adanya dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan program tersebut.
Koordinator Aksi JAKOR Sumsel, Fadrianto TH, di dampingi oleh Koordinator Lapangan RA. Wijaya mengatakan program cetak sawah di Ogan Ilir mencakup sedikitnya 13 paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Lubuk Keliat, Muara Kuang, Pemulutan Barat, Indralaya Selatan, Rambang Kuang, Rantau Alai, Tanjung Raja hingga Tanjung Batu. Seluruh kegiatan tersebut bersumber dari APBN dengan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp105 miliar.
Menurut JAKOR Sumsel, target program seluas sekitar 3.500 hektare diduga tidak tercapai. Berdasarkan data yang mereka miliki, sekitar 1.100 hektare lahan disebut belum dapat digarap maupun ditanami karena masih tergenang air dan sistem irigasi serta tata kelola air dinilai belum berfungsi secara optimal.
“Diduga sejak awal analisis kesiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL) tidak dilakukan secara matang sehingga program dipaksakan tanpa mempertimbangkan tingkat keberhasilan di lapangan,” ujar Fadrianto.
JAKOR Sumsel juga menduga biaya pelaksanaan program mencapai sekitar Rp35 juta per hektare. Berdasarkan perhitungan organisasi tersebut, kondisi lahan yang disebut tidak tergarap itu berpotensi menimbulkan dugaan kerugian keuangan negara sekitar Rp38,5 miliar. Klaim tersebut merupakan dugaan dan belum merupakan hasil audit aparat pengawas maupun penegak hukum.
Dalam pernyataan sikapnya, JAKOR Sumsel menilai dugaan permasalahan tersebut berpotensi berkaitan dengan aspek perencanaan, penentuan lokasi, pelaksanaan hingga pengawasan program.
Melalui aksi, JAKOR Sumsel menyampaikan empat tuntutan, yakni:
1.Meminta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan mengundurkan diri karena dinilai bertanggung jawab atas dugaan kegagalan program.
2.Meminta Kepala Dinas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dugaan tidak optimalnya pelaksanaan program.
Meminta Kepala Dinas bertanggung jawab atas dugaan kegagalan Program Cetak Sawah di Ogan Ilir.
3.Meminta penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan Program Cetak Sawah di Kabupaten Ogan Ilir.
Sementara itu, massa aksi Jakor Sumsel di terima oleh, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan yang di wakili oleh Opitum Jaya Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel mengatakan apa yang di sampaikan kawan – kawan Jakor Sumsel benar dalam artian benar.di lakukan secara E-Katalog.
“Untuk yang di Ogan ilir prosesnya benar, untuk proses tahun kemarin di ogan ilir memang banyak kendala karena tiba-tiba mendapatkan anggaran dan harus di laksanakan tahun itu juga,”ujanrya.
Dan,”insya allah yang menjadi masalah akan kami perbaiki kembali serta aksi kawan – kawan hari ini akan kami sampaikan dan koordinasikan dengan Pimpinan,”pungkasnya.






