Ampuhnews.com Ogan Ilir – Kabar penonaktifan sementara Dra Herlina MSi, dari jabatannya sebagai Kepala SMP Negeri 1 Indralaya menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, ditengah derasnya pemberitaan yang berkembang.
Keputusan tersebut tidak hanya memunculkan berbagai tanggapan, tetapi juga mengingatkan banyak pihak terhadap rekam jejak pengabdian yang telah ditorehkannya selama memimpin salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam dunia pendidikan, pergantian maupun penonaktifan kepala sekolah merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang dapat terjadi di lingkungan pemerintahan. Terlepas dari hal tersebut, rekam jejak pengabdian, dedikasi, dan berbagai prestasi yang telah dibangun Dra Herlina selama memimpin SMP Negeri 1 Indralaya tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah tersebut.
Menanggapi berbagai tuduhan yang berkembang di ruang publik, Dra Herlina menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
“Seluruh kebijakan yang dijalankan selama memimpin SMP Negeri 1 Indralaya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, petunjuk teknis, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan sekolah, termasuk pelaksanaan program-program pendidikan, dilakukan secara profesional serta mengacu pada regulasi yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Begitupun Seluruh kebijakan yang diambil, selalu berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kepada peserta didik, serta kemajuan sekolah
“Semoga masyarakat dapat melihat persoalan ini secara utuh dan objektif serta tidak hanya berpatokan pada informasi yang berkembang, melainkan juga memperhatikan rekam jejak pengabdian dan dedikasi yang telah dibangunnya selama mengabdi di dunia pendidikan,” harapnya Herlina.
Terlepas dari dinamika yang terjadi, perjalanan pengabdian Dra Herlina selama memimpin SMP Negeri 1 Indralaya sejak tahun 2022 menjadi bagian penting dalam sejarah sekolah tersebut.
Selama hampir empat tahun memimpin, ia dikenal sebagai sosok yang menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, serta menciptakan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Visi tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan sekolah. Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, pembinaan tenaga pendidik, hingga pengembangan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi ruang lahirnya prestasi.
Dalam dokumen yang disusunnya, Dra Herlina menjelaskan bahwa SMP Negeri 1 Indralaya memiliki 23 kegiatan ekstrakurikuler yang aktif menjadi wadah pengembangan minat, bakat, serta potensi peserta didik.
“Untuk kegiatan ekstrakurikuler terdapat 23 ekstrakurikuler yang menciptakan murid unggul dan memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri murid hingga mampu berlomba dan meraih yang terbaik,” ungkapnya.
Komitmen tersebut tidak berhenti sebagai sebuah konsep. Di bawah kepemimpinannya, peserta didik SMP Negeri 1 Indralaya berhasil mencatatkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Prestasi tersebut lahir dari berbagai bidang, mulai dari Olimpiade Sains, Pramuka, seni budaya, karate, taekwondo, pencak silat, atletik, bola basket, hingga berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik lainnya. Berbagai capaian itu tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama Kabupaten Ogan Ilir dalam berbagai ajang bergengsi,” bebernya Herlina.
Salah satu pencapaian yang menjadi kebanggaan adalah keberhasilan peserta didik SMP Negeri 1 Indralaya mengikuti Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan, sebuah ajang kepanduan internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik SMP Negeri 1 Indralaya mampu bersaing dan tampil di tingkat dunia.
Bagi Dra Herlina, keberhasilan sekolah tidak pernah hanya diukur dari banyaknya medali atau piala yang berhasil diraih. Menurutnya, ukuran keberhasilan pendidikan adalah ketika sekolah mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Oleh Karena itu, penguatan karakter menjadi salah satu fokus utama selama masa kepemimpinannya. Berbagai program keagamaan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembentukan moral peserta didik.
“SMPN 1 Indralaya ada tahfizh, tahsin dan iqra yang mendukung program Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk mendidik generasi Qurani,” terangnya.
Program tersebut menjadi salah satu ciri khas SMP Negeri 1 Indralaya dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan spiritual. Menurut Dra. Herlina, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat.
Tidak hanya peserta didik, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian serius selama masa kepemimpinannya. Melalui berbagai pelatihan, komunitas belajar, serta kegiatan berbagi praktik baik antar guru, budaya belajar terus dibangun di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Komunitas Belajar SMP Negeri 1 Indralaya berhasil menjadi Finalis Komunitas Belajar Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, rekam jejak prestasi Dra Herlina sebagai seorang pendidik juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan kariernya.
Ia pernah meraih Juara I Guru Berprestasi Kabupaten Ogan Ilir, Juara II Guru Berprestasi Provinsi Sumatera Selatan, Finalis Best Kepala Sekolah Tingkat Nasional, Juara I Kepala Sekolah Berprestasi Kabupaten Ogan Ilir, serta Juara I Inovasi Bidang Pendidikan.
Berbagai penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi, inovasi, dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengalaman serta kompetensinya juga mengantarkannya dipercaya sebagai Fasilitator Bakal Calon Kepala Sekolah se-Sumatera Selatan, sebuah amanah yang diberikan kepada pendidik yang dinilai memiliki kapasitas untuk membimbing calon-calon kepala sekolah dalam meningkatkan mutu kepemimpinan pendidikan.
Di luar tugasnya sebagai kepala sekolah, Dra. Herlina juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ogan Ilir, pengurus KONI Kabupaten Ogan Ilir, Ketua MGMP PPKn SMP Kabupaten Ogan Ilir, Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Ogan Ilir, hingga menjadi pengurus PGRI Kabupaten Ogan Ilir.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga bagi pengembangan dunia pendidikan secara lebih luas di Kabupaten Ogan Ilir.
Bagi banyak guru, siswa, alumni, maupun orang tua murid, nama Dra. Herlina bukan sekadar tercatat sebagai kepala sekolah. Ia dikenang sebagai sosok yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang, mendorong guru agar terus berinovasi, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan bertumbuh.
Kini, kepemimpinan SMP Negeri 1 Indralaya memasuki babak baru. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, rekam jejak pengabdian, dedikasi, serta berbagai prestasi yang telah ditorehkan Dra. Herlina selama memimpin sekolah tetap menjadi bagian penting dalam sejarah SMP Negeri 1 Indralaya.
Terlepas dari dinamika yang terjadi, berbagai program, prestasi, serta dedikasi yang telah dibangun Dra. Herlina selama memimpin SMP Negeri 1 Indralaya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sekolah tersebut. Sebab pada akhirnya, seorang pendidik tidak hanya dikenang karena jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga karena ilmu yang diwariskan, karakter yang ditanamkan, kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk berkembang, serta jejak pengabdian yang ditinggalkannya bagi dunia pendidikan.
(Ril/Zul).






