Ampuhnews.com | Banyuasin, – Himpunan Demokrasi meminta Polres Banyuasin, Polda Sumsel, serius menindaklanjuti terkait adanya Ledakan Tangki BBM PT CIP di Banyuasin, Sumatera Selatan, yang menyebabkan 3 (tiga) Karyawan Luka Berat, jika tidak serius, maka Himpunan Demokrasi akan menggelar aksi damai di Polda Sumsel.Kamis (09/07/26).
Hal tersebut di sampaikan oleh Heriyadi/Duk di dampingi oleh Hendri, kepada awak media
mengatakan, bahwa tenaga kerja adalah pelaku pembangunan dan pelaku ekonomi, mereka memiliki fungsi
yang penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan nasional.
Tenaga kerja dalam pembangunan mutlak diperlukan, karena merekalah yang akan melaksanakan
pembangunan ekonomi itu. Karena bagaimanapun lengkapnya serta modernnya alat peralatan yang
dipergunakan harus selalu didampingi oleh tenaga kerja manusia, supaya alat peralatan itu dapat
bermanfaat. Tenaga kerja adalah setiap orang yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan dan
mampu untuk bekerja serta memenuhi persyaratan peraturan perburuhan suatu negara.
Sementara itu tenaga kerja dalam aktifitasnya adalah mereka yang menjalankan pekerjaan,
pekerjaan secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia.
Seorang Pekerja merupakan bagian dari
tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang telah melakukan sebuah pekerjaan, baik bekerja untuk diri
sendiri maupun bekerja dalam hubungan kerja atau di bawah perintah pemberi kerja (bisa
perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan lainnya) dan atas jasanya dalam bekerja yang
bersangkutan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Kebakaran dan ledakan tangki penampungan bahan bakar minyak milik PT CIP di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengakibatkan empat pekerja mengalami luka bakar serius
Tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM) di Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel),
meledak yang menyebabkan empat pekerja mengalami luka berat. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/4/2026)
Tangki milik PT Cakra Indo Pratama (CIP) tiba-tiba meledak yang memicu kobaran api hingga
terjadi kebakaran hebat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, (28/4/2026) di area operasional PT CIP di Kabupaten Banyuasin. Ledakan yang berasal dari tangki penampungan BBM memicu kobaran api dan
menyebabkan korban mengalami luka bakar berat.Korban yang terdampak terdiri dari tiga karyawan PT CIP berinisial AL (62), MR (26), dan AH
(23), serta satu orang kernet truk dari PT Keysya Jaya Energi berinisial R.
Oleh karena itu, Kami Himpunan Demokrasi ;
1.Mempertanyakan kepada polres banyuasin dalam hal ini Unit II Sat Reskrim Polres
Banyuasin hasil dari tindaklanjut terkait ledakan tangki BBM PT CIP di banyuasin yang
terjadi pada selasa, 28 April 2026 yang sampai saat ini belum ada proses hukum berupa
penutupan.
2.Meminta polres banyuasin segera menangkap dan penjarakan pelaku-pelaku yang menyebabkan ledakan tangki BBM PT CIP di banyuasin yang terjadi pada selasa, 28 April 2026.
3.Mendesak Polres Banyuasin segera melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang
terlibat adanya ledakan yang meresahkan masyarakan akibat ulah pekerja yang tidak
bertanggung jawab sebab kabupaten harus segera di bersihkan dari oknum-oknum yang
sangat membahayakan bagi kenyamanan dan keamanan untuk rakyat di kabupaten
banyuasin.
4.Mendesak Polres Banyuasin tangkap secara paksa terkait adanya dugaan oknum yang
terlibat permasalahan minyak illegal yang membuat ledakan pada selasa 28 april 2026 oleh
PT CAKRA INDO PRATAMA.
5.Meminta Polres Banyuasin untuk segera Menyelidiki Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) pada ledakan tangki BBM PT.CIP yang terjadi pada tanggal 28 April 2025.
6.Apabila tidak ada kepastian hukum maka kami akan melakukan aksi di polda
sumatera selatan.
Dan,” berharap agar Polres Banyuasin segera menindaklanjutinya,”pungkasnya.(*)






