Ampuhnews.com | Palembang – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Sumatera Selatan menyayangkan sikap Ketua DPRD Sumsel yang diduga mencatut nama Cipayung Plus dalam surat audiensi bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pencatutan itu dinilai sebagai tindakan sepihak yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Riko Ketua IPNU Sumsel menegaskan bahwa Cipayung Plus adalah forum independen yang beranggotakan organisasi mahasiswa lintas ideologi, dan setiap sikap politik ataupun pernyataan resmi selalu diputuskan melalui mekanisme musyawarah bersama, bukan klaim personal apalagi oleh pihak eksternal.
“Kami menilai penggunaan nama Cipayung Plus oleh Ketua DPRD Sumsel tanpa melalui koordinasi dan persetujuan forum adalah bentuk pelanggaran etika komunikasi publik. Hal ini bisa mencoreng nama baik organisasi mahasiswa di Sumsel,” tegasnya.
Menurut IPNU Sumsel, tindakan tersebut juga berpotensi mengaburkan independensi gerakan mahasiswa, karena publik bisa salah menilai seakan-akan Cipayung Plus menjadi alat politik kekuasaan. Padahal, forum ini sejatinya adalah ruang dialektika pemuda untuk mengawal kepentingan rakyat secara objektif.
IPNU Sumsel mendesak agar Ketua DPRD Sumsel segera meluruskan dan mengklarifikasi pernyataannya secara terbuka, sekaligus meminta maaf secara terbuka kepada organisasi-organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, agar tidak sembarangan membawa-bawa nama organisa demi kepentingan politik praktis. Marwah gerakan mahasiswa harus dijaga bersama,” tambahnya. (Enggi Marlisa)






