Ampuhnews.com Palembang – Jelang Peparnas 2024 di Solo Jawa Tengah dan Pepraprov V di Kabupaten musi Banyiasin ((Muba), National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Hotel Airish Jalan Sukabangun I Kecamatan Sukarami Kota Palembang, Kamis (11/7/2024).
Pembukaan Rakerpov NPCI Sumsel Tahun 2024 dihadiri Pj Gubernur Sumsel diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kurniawan Abadi SE MM, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono SIK MH, Kabid Penbudayaan Olahrga Dispora Provinsi Sumsel M Dahlan dan Ketua Umum NPCI Kabupaten Kota se-Sumsel.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Pemprov Sumsel, Kurniawan Abadi berharap dengan Rakerprov ini, NPCI Sumsel dapat menyusun proyeksi program-program kedepan baik jangka pendek maupun jangka panjang terutama jelang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo.
“Pemerintah Provinsi Sumsel akan mensupport dengan memberikan fasilitas dan pendanaan melaui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumsel yang bertanggung jawab dalam meningkatkan prestasi para atlet paralympic dalam menghadapi event Perparnas 2024 di Solo mendatang,” ungkapnya.
Sementara Ketua Umum (Ketum) NPCI Sumsel, Rian Yohwari mengatakan bahwa dalam Rakerprov ini akan membahas beberapa hal diantaranya yaitu penguatan organisasi sesuai dengan amanat Aanggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan rencana program-program 2025.
“Salah satu program 2025 yang paling utama yaitu persiapan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) ke-V 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan untuk persiapannya sudah kita koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba,’ katanya.
Ia terangkan, terkait dengan.persiapan event tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dan menurut mereka baik seremoni sampai ke penutupan, sangat luar biasa.
“Kabupaten Muba kita pilih menjadi tuan rumah even yang sangat bergengsi ini, karena kami lihat akses sarana olahraga yang ada luar biasa sudah cukup, sehingga menurut kami Muba susah siap untuk melaksanakan Perpraprov ke-V,” terangnya Rian.
Lanjut Rian ungkapkan, untuk Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingan, tergantung hasil pembahasan dala Chief de Mission (CdM) meeting. Kalau melihat Perparprov 2023 yang lalu, ada 13 Cabor yang dipertandingkan.
“Dalam event ini kita akan menambah jumlah Cabor yang dipertandingkan dan saat ini sudah banyak Cabor-Cabor yang sudah masuk, oleh karena itu kita lihat di CdM nanti bagaimana kesiapan Muba terhadap Cabor tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia beberkan bahwa kepengurusan NPCI Kabupaten Kota di Sumsel sudah terbentuk dan sudah melakukan pelantikan-pelantikan, hanya saja tinggal 1 (satu) Kabupaten Kota yang harus diperjuangkan.
“Dengan sudah terbentuknya Kepengurusan NPCI Kabupaten Kota di Sumsel, akan mempermudah bagaimana kita mempersiapkan para atlet, karena 11-12 persen dari jumlah penduduk Sumsel penyandang disabilitas ,” bebernya Rian.
Terkait jelang Peparnas 2024 di Solo, sebanyak 120 atlet dari 13 Cabor sudah diikut dalam Training Camp atau Pemusatan Latihan yang akan mewakili Sumsel.
“Cabor yang menjadi unggulan kita yaitu Catur, Tenis Meja dan Renang. Target kita dalam Peparnas 2024 di Solo minimal naik 1 peringkat dari Peparnas sebelumnya,” ucapnya.
Dengan tidak diperbolehkannya atlet Paralympic Indonesia dalam Peparnas akan menjadi kekuatan baru bagi Sumsel, karena Pulau Jawa mendominasi atlet Paralympic.
“Terkait dengan hal itu kita ada keuntungan, terutama Cabor Catur, karena kita banyak memiliki atlet-atlet nasional yang baru, yang memang telah kita persiapakan sebelumnya. Kedepan kita berharap lebih banyak lagi atlet asal Sumsel yang masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), kalau kemaren ada 12 atlet dan di Thailand ini berharap ada 20 atlet,” harapnya Rian.
Terakhir Rian juga berharap dengan Rakerprov Tahun 2024 ini adanya penguatan organisasi yang berjalan sesuai dengan aturan yang ada, jangan sampai perhatian Pemerintah itu salah kaprah, karena atlet-atlet ini penyandang disabilitas atau memiliki kekurangan.
“Kita melihat organisasi ini harus kita benahi terus baik secara administrasi maupun hal-hal lainnya, seperti setiap pemilihan Ketua Umum NPCI Kabupaten Kota selama ini cukup dengan penunjukkan dan saatnya pemilihan tersebut harus berjalan sesuai dengan AD/ART, karena setiap Kabupaten Kota sudah memiliki SDM-nya,” pungkasnya Rian (Zul).






