Ampuhnews.com Palembang – Korem 044/Gapo menggelar Upacara Bendera 17-an bulan Juni 2026 yang berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil jajaran Korem 044/Gapo, Rabu (17/6/2026).
Selain pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih, rangkaian kegiatan upacara juga diisi dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta pembacaan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis.
Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya menekankan pentingnya menjadikan Upacara Bendera 17-an sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan patriotisme.
“Melalui momentum Upacara Bendera tujuh belasan ini, kita kobarkan kembali semangat nasionalisme, cinta tanah air, jiwa patriotisme serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Saya selaku Pangdam II/Sriwijaya juga mengucapkan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan loyalitas serta memberikan pengabdian terbaik sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Kasrem.
Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya juga menegaskan dukungan TNI terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih melalui pendampingan teknis dan percepatan pelaksanaan, khususnya pada aspek pembangunan fisik, logistik, dan efisiensi waktu. Namun demikian, pengelolaan koperasi tetap berada di tangan masyarakat dan struktur sipil desa.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendekatan kolaboratif dilakukan untuk membantu mengatasi berbagai keterbatasan di lapangan, seperti sumber daya yang terbatas dan akses wilayah yang sulit, sehingga tujuan utama program dapat tercapai, yakni menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat distribusi, dan membuka peluang usaha di desa.
Menjelang akhir amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya kembali menekankan kepada seluruh anggota agar menghindari delapan pelanggaran berat TNI, antara lain penyalahgunaan senjata api dan munisi, penyalahgunaan narkoba, disersi, perkelahian, pelanggaran asusila, tindak pidana seperti penipuan, perampokan dan pencurian, perjudian serta kegiatan ilegal lainnya (Ril/Zul).






