Ampuhnews.com | Palembang, 14 Oktober 2025 — Puluhan massa dari Laskar Sumsel menggelar aksi damai di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, Selasa (14/10), menuntut tindakan tegas terhadap oknum ASN bernama Syafran yang diduga bersikap arogan dan tidak sopan terhadap masyarakat.
Aksi ini juga menjadi bentuk peringatan moral bagi birokrasi Kota Palembang agar segera memperbaiki budaya pelayanan publik yang dianggap jauh dari nilai-nilai integritas dan pengabdian kepada rakyat.
Dalam orasinya, Bung Jacklin, selaku Koordinator Laskar Sumsel, menegaskan bahwa perilaku ASN yang sombong dan menunjuk-nunjuk masyarakat merupakan bentuk penghinaan terhadap rakyat dan pembangkangan terhadap program reformasi pelayanan publik.
> “Kami datang ke kantor pemerintah yang dibangun dari uang rakyat, bukan untuk diintimidasi. ASN harus sadar bahwa mereka digaji untuk melayani, bukan menunjukkan kekuasaan. Kami tidak akan diam melihat pelecehan terhadap martabat warga Palembang,” ujar Bung Jacklin dengan lantang di tengah orasi.
Senada dengan itu, Bung Mukri AS menambahkan bahwa perilaku oknum ASN tersebut adalah cermin buruk birokrasi yang masih feodal dan anti kritik.
> “Palembang butuh birokrat yang rendah hati, bukan pejabat yang duduk di atas meja sambil menunjuk rakyat. Ini bukan zaman kerajaan. Ini era pelayanan publik yang beradab dan transparan,” tegas Bung Mukri AS.
Pernyataan kedua orator itu diperkuat oleh Bung Amin, yang menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes, melainkan gerakan moral rakyat Palembang yang ingin mengembalikan marwah pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang.
> “Kami memberi waktu tujuh kali dua puluh empat jam bagi Kepala Dinas untuk menindak tegas oknum tersebut. Jika tidak, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar. Ini bukan ancaman, tapi tekad rakyat yang menuntut keadilan,” tandas Bung Amin, disambut sorak dukungan peserta aksi.
—
Diterima Langsung oleh Kabid Pemberdayaan UMKM
Dalam aksi tersebut, perwakilan Laskar Sumsel diterima langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Kota Palembang, Bapak Bembe Farizal, yang mewakili Kepala Dinas.
Dialog singkat pun dilakukan di halaman kantor dinas secara terbuka.
> “Kami menghargai aspirasi yang disampaikan oleh saudara-saudara dari Laskar Sumsel. Semua laporan dan tuntutan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum dan administrasi yang berlaku,” ujar Bembe Farizal dalam tanggapannya.
—
Tuntutan Laskar Sumsel
Dalam pernyataan sikap tertulisnya, Laskar Sumsel menyampaikan tiga poin tuntutan utama:
1. Pemecatan oknum ASN bernama Syafran, karena telah bersikap arogan, tidak sopan, dan melukai kepercayaan masyarakat terhadap aparatur negara;
2. Reformasi total sistem pelayanan publik di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang agar lebih transparan, ramah, dan profesional;
3. Evaluasi dan penertiban internal terhadap seluruh pegawai yang melanggar etika pelayanan publik.
Massa menegaskan akan mengawal proses ini hingga ada keputusan resmi dari Kepala Dinas.
> “Kami tidak akan mundur selangkah pun sampai ada kejelasan. ASN adalah pelayan rakyat, bukan penguasa kursi empuk,” tutup Bung Jacklin dengan nada tegas.
—
Aksi Berjalan Damai dan Konstitusional
Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung damai dan tertib, dengan pengamanan aparat kepolisian.
Para peserta membentangkan spanduk bertuliskan “ASN Pelayan Rakyat, Bukan Raja di Kantor Negara” dan “Reformasi Pelayanan Publik Harga Mati!”
Gerakan ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, karena dinilai sebagai suara jujur rakyat Palembang yang menolak kesewenang-wenangan di balik meja birokrasi.
Dan,”selajutnya pada hari kamis ini, kami akan nanyoke progres dari laporan kami,”pungkasnya.






