Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsPGRI Kota Palembang, Gelar Pengukuhan Pengurus dan Silaturahmi Dengan Walikota Palembang

PGRI Kota Palembang, Gelar Pengukuhan Pengurus dan Silaturahmi Dengan Walikota Palembang

Ampuhnews.com Palembang – PGRI Kota Palembang gelar pengukuhan pengurus dan Lembaga/Badan, sekaligus silaturahmi guru anggota PGRI bersama Walikota dan Wakil Walikota (Wawako) Palembang di Graha KM 7 Kecamatan Sukarami Kota Palembang, Kamis (17/4/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, Ketua PGRI Provinsi Sumsel Prof Dr H Bukman Lian MM MSi,, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Adrianus Amri SSTP MSi, Kadis Kominfo Kota Palembang Adi Zahri SIKom, Kepala BPKAD Kota Palembang Ahmad Nashir SE Ak, Camat Sukarami M Fadly SSTP MAP, Ketua MKKS SMP Kora Palembang Abdul Haris dan Ketua K3S SD Kota Palembang, Mat Genti SPd MSi

Walikota Pakembang, H Ratu Dewa mengatakan bahwa hari ini menjadi momen penting, tidak hanya sebagai seremonial belaka, namun sebagai penanda komitmen dan tanggung jawab bersama dalam memajukan dunia pendidikan.

“Melalui PGRI, sebagai wadah untuk menampung aspirasi seluruh guru dari 593 SD dan SMP yang ada di Kota Palembang, kita berharap dapat memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Palembang,” ucapnya.

PGRI sebagai wadah tempatnya bernaungnya para guru-guru, ia meminta program-program dari Dinas Pendidikan ada keterasaan bagi para anggotanya yang mempunyai tugas kedepan yaitu membangun sebuah karakter keimanan, ketakwaan, kompetensi dan literasi baca.

“Oleh karena itu saya minta kepada PGRI Kota Palembang, selalu memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan bisa menjembatani seluruh aspirasj yang muncul dari para guru sesuai dengan komitmen saya, karena mereka menjadi tulang punggung untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara,” harapnya RD

Lanjut RD sampaikan bahwa terkait dengan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), saat ini masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat, baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) maupun dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Keinginan saya mereka dilantik secepatnya. karena saat ini ada beberapa guru P3K yang masih terkendala dalam proses administrasinya. Walaupun demikian kalau pun ada beberapa orang terkendala proses administras, maka yang sudah clear dan selesai, saya minta untuk didahulukan proses pelantikanya baik ASN maupun P3K yang sudah ada surat keputusannya,” ujarnya.

Sementara Ketua PGRI Kota Palembang, H Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan bahwa terkait perilaku penyimpangan baik guru honorer, P3K, ASN maupun yang baru diangkat tetapi tidak disiplin dalam mengajar akan menjadi pengawasan PGRI karena di PGRI ada Dewan Kode Etik dan Kehormatan.

Marwah guru adalah mempunyai prilaku yang baik, karena akan mengajar anak didiknya. Hal ini yang menjadi perharian pihaknya, oleh karena itu dengan dikukuhkannya PGRI Kota Palembang hari ini, akan memantau hal tersebut.

“Kalau P3K yang sudah diangkat kemarin sebanyak 3500 orang ditambah lagi yang terakhir, tetapi perilakunya tidak mencerminkan seorang guru, kami bisa memberikan rekomendasi baik kepada Kepala Disdik maupun Walikota, bahwa mereka tidak layak menjadi seorang guru, apalagi perbuatannya sudah menyimpang dari kode etik guru,” ungkapnya

Lanjut dia sampaikan, jika pihaknya menemukan guru yang tidak mempunyai kemampuan mengajar, pihanya meminta akan dialih tugaskan menjadi pegawai Tata Usaha atau yang lainnya, karena seorang guru harus menguasai kompetensi baik akademik, pedagogik maupun sosial.

“Jika seorang guru tidak mempunyai kompetensi tersebut, untuk apa menjadi guru, karena anak-anak didik harus diberikan pembelajaran yang benar dan baik, oleh karena itu kami akan memantaunya,” terangnya Zulinto.

Terkait dengan jumlah guru yang belum diangkat Zulinto beberkan tidak tahu jumlahnya, karena yang tahu adalah Kepala Disdik Kota Palembang. Yang jelas kemarin ada 300-an kouta untuk diterima menjadi P3K, tetapi tidak bisa memenuhi persyaratan administrasinya.

“Kami berharap kepada Disdik dan sudah saya sampaikan kepada Walikota Palembang, tolong administrasi mereka jangan dipersulit, misalnya guru tersebut harus mempunyai data Dapodik dan kalau memang sudah sampai pada masanya selesaikanlah, jangan sampai ada isu-isu yang tidak mengenakkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam segi pelayanan,” pintanya.

Terkait dengan guru P3K diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek), dia sangat setuju, karena sudah ada regulasinya bahwa guru P3K yang mempunyai prestasi bagus dan memenuhi standarnya bisa diangkat menjadi Kepsek, karena status ASN dan P3K sama.

“Kepada Sekolah-Sekolah baik SD dan SMP di Kota Palembang, bahwa Kepsek itu adalah tugas tambahan dari pada guru untuk mengatur manajemen, keamanan dan kenyamanan di sekolah. Oleh karena itu Kepsek dan guru harus memperhatikan anak didiknya jangan sampai ada pembulian dan diskriminasi di sekolah, semua anak itu sama,” tutupnya Zulinto (Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES