Amouhnews.com | Palembang — Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menggelar kegiatan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Warga Binaan dan Pegawai 2026 pada Rabu (01/04/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Rutan Palembang.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Muhammad Rolan selaku Kepala Rutan Kelas I Palembang, serta diikuti oleh seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan dengan penuh antusias. Pekan Olahraga dan Seni ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang bertujuan untuk meningkatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan melalui kegiatan positif, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Muhammad Rolan menyampaikan bahwa kegiatan Pekan Olahraga dan Seni tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan yang efektif untuk menggali potensi, bakat, serta memperkuat karakter warga binaan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai sportivitas, kebersamaan, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Melalui Pekan Olahraga dan Seni ini, kita harapkan pegawai dan warga binaan dapat menyalurkan energi secara positif, mempererat hubungan sosial, serta membangun semangat kebersamaan dalam suasana yang sehat dan kondusif,” ujar Muhammad Rolan.
Berbagai cabang olahraga dan seni akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga dan Seni tahun ini, yang melibatkan partisipasi aktif dari warga binaan dan Pegawai. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di lingkungan Rutan Palembang.
Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan serta pengawasan oleh petugas berjalan secara optimal tanpa adanya gangguan keamanan, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan kepribadian warga binaan menuju proses reintegrasi sosial yang lebih baik.






