Ampuhnews.com | Palembang, Jum’at (01/05/26) bertempat di Masjid Al Fahtul Akbar Simpang Empat Jakabaring, Ustadz Samsul Rizal (ustadz Sam) Da’i Walikota Palembang dalam khutbah Jum’atnya, Beribadah di saat lapang (senang, sehat, cukup) adalah wujud syukur yang utama agar Allah SWT mengenali dan menolong kita di saat sempit. Prinsip “Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalmu di waktu susah” menjadi landasan penting untuk membangun hubungan dekat dengan-Nya melalui amal shalih dan doa.
Manfaat dan Urgensi Beribadah saat Lapang:
1. Mendapat Pertolongan saat Sempit: Sering beribadah dan berdoa saat senang menyebabkan Allah SWT menolong hamba-Nya saat menghadapi kesulitan.
2. Wujud Syukur: Kondisi sehat dan cukup adalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri, bukan hanya mengingat Allah saat terdesak.
3. Bekal Menghadapi Ujian: Ibadah yang konsisten saat lapang menjadi tabungan amal yang meringankan beban saat ujian hidup datang.
4. Meningkatkan Iman: Pendekatan diri secara konsisten membuat iman lebih kuat.
Bentuk Ibadah saat Lapang adalah
1.Memperbanyak Doa: Meminta dan mendekatkan diri melalui doa sebelum tertimpa kesulitan.
2. Amal Shalih: Melakukan kebaikan, berbakti kepada orang tua, dan menghindari maksiat.
3. Shalat Malam & Ibadah Sunnah: Meningkatkan ibadah sunnah untuk meraih rida Allah.
4. Mengingat Allah (Dzikir): Senantiasa mengingat Allah dalam hati dan lisan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.” (QS. Yunus: 12)
Intinya, jangan menunggu sempit untuk beribadah. Konsistensi dalam beribadah saat lapang mencerminkan keikhlasan dan kesadaran diri sebagai hamba.
(Adipati)






