Ampuhnews.com | Palembang – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pecinta Suban Jeriji bersama Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) dan Pemerhati Situasi Terkini (PST) sambangi Kantor SKK Migas Perwakilan Sumbagsel di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/04/26).
Dikawal ketat pihak kepolisian kedatangan puluhan massa tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan di Wilayah Kerja Suban Jeriji Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan yang secara hukum di bawah kerangka KSO Gunung Kampung Minyak hanyalah lahan mati tanpa aktivitas berarti.
Dalam orasinya, Rahmat Sandi Iqbal SH Ketua SIRA mengatakan selama bertahun tahun terjadi pembiaran, namun di saat masyarakat berencana mengajukan izin ke Pertamina, untuk pengelolaan mandiri, selang beberapa minggu KSO memasukkan alat yang diduga tidak sesuai standard dan atau sangat tradisional, sehingga masyarakat takut terjadi ledakan dan kebakaran.
Menyoroti hal itu maka Lembaga SIRA dan PST menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan dan menaruh harapan kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, Dan Pertamina, karena berdasarkan Undang Undang Migas No. 22/2001 Pasal 40 mewajibkan standar tinggi untuk keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Ditempat yang sama, Dian HS Ketua PST menyampaika dalam orasinya, alat yang dimasukkan KSO merupakan ancaman bencana, bukan solusi energi, jangan biarkan nyawa warga dipertaruhkan demi formalitas operasional KSO yang terindikasi telah gagal.
Dan,’ Masyarakat Suban Jeriji Muaraenim Tidak Mau Menjadi Korban Kebakaran seperti Kejadian di PT Hindoli,’jelasnya
Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi nasional, serta ancaman krisis Minyak Dunia akibat Perang Iran Versus Amerika-Zionis, maka dengan ini SIRA dan PST menyatakan sikap sebagai berikut:
1.Mendesak Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina untuk segera mengevaluasi dan mengakhiri kontrak KSO di Suban Jeriji karena terindikasi gagal selama bertahun-tahun dan kini hanya melakukan tindakan reaktif tanpa kompetensi keselamatan. Dengan tidak adanya aktifitas operasi produksi mengakibatkan Potensi Pendapatan Daerah Kabupaten Muara Enim tidak maksimal/berkurang
2.Mendesak Kementerian ESDM, SKK MIGAS, dan Pertamina untuk melibatkan partisipasi masyarat dalam pengelolaan sumur-sumur dalam wilayah Suban Jeriji, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
3.Mendesak Kementerian ESDM, SKK MIGAS, dan Pertamina untuk segera memberikan perizinan bagi masyarakat untuk membantu pemerintah mengelola sumur-sumur yang selama ini terbengkalai di wilayah Suban Jeriji, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sementara itu, Perwakilan SIRA dan PST di terima oleh SKK Migas untuk melakukan Audiensi, selanjutnya massa membubarkan diri, situasi berjalan kondusif dan aman.






