Sabtu, Januari 31, 2026
- Advertisment -spot_img
BerandaNewsOpening Ceremony Peparpeprov ke-2 Tahun 2024 di Palembang, Secara Resmi Dibuka Oleh...

Opening Ceremony Peparpeprov ke-2 Tahun 2024 di Palembang, Secara Resmi Dibuka Oleh Kadispora Sumsel

Ampuhnews.com Palembang – National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar opening ceremony Pekan Paralympic Pelajar Provinsi (Peparpeprov) ke-II (dua) Provinsi Sumsel Tahun 2024 di Gedung Sentra Budi Perkasa, Jalan Sosial Kecamatan Sukarami Kota Palembang, Senin (9/12/2024).

Dalam acara tersebut juga dilangsungkan pembubaran kontingen Sumsel pada Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas) ke-XVII Solo yang telah selesai diikuti pada, 6 – 13 Oktober 2024, beberapa minggu yang lalu.

Acara tersebut dibuka dan dibubarkan oleh Kadispora Sumasel, H Rudi Irawan SSos MSi dan dihadiri Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo SIK MSi, Pamen Ahli Bidang OMSP Pangdam II Sriwijaya Kolonel Inf Bram Abisono, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono SIK MSi dan Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari.

Kadispora Sumsel, H Rudi Irawan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setingginya kepada seluruh kontingen Sumsel yang telah mengikuti Papernas di Solo Tahun 2024, dan berhasil mempertahankan prestasi menduduki peringkat 9 (sembilan) dengan meraih 21 mendali emas, 24 perak dan 37 perunggu.

“Pemerintah Provinsi Sumsel akan memberikan reward atau bonus untuk semua atlet yang berprestasi dalam ajang Papernas ke-XVII di Solo sama dengan yang diterima oleh atlet yang berprestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepada NPCI Sumsel yang telah menggelar kegiatan Peparpeprov Sumsel ke-II, dalam rangka untuk melakukan seleksi untuk mempersiapkan kontingen Sumsel yang akan mengikuti Peparpenas Tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Solo.

“Mudah-mudahan melalui Peparpeprov Sumsel ini, melahirkan atlet-atlet yang berprestasi untuk mengikuti Peparpenas Tahun 2025 di Solo, sehingga menjadi atlet nasional yang akan mengharumkan nama Provinsi Sumsel dan Indonesia di kancah Internasional,” harapnya Rudi.

Sementara Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari mengatakan Peparpeprov Sumsel kedua digelar selama 4 (empat) hari yaitu 7-11 Desember 2024 yang dikuti oleh 13 Kabupaten Kota di Sumsel.

“Dari 17 Kabupaten Kota se-Sumsel ada 4 yang tidak mengikuti ajang Peparpeprov Sumsel kedua yaitu Ogan Komerong Ulu Selatan (OKUS), Musi Rawas, Empat Lawang dan Musi Rawas Utara. Setiap Kabupaten Kota dibatasi maksimal mengirim sebanyak 20 atlet,” katanya.

Ia ungkapkan bahwa Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dalam Peparpeprov Sumsel, mengikuti regulasi Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas).

“Dari 6 (enam) Cabor yang dipertandingkan dalam Peparpenas, Peparprov Sumsel hanya mempertandingkan 5 (lima) Cabor yaitu atletik, catur, renang, tenis meja, dan bulu tangkis,” ungkapnya Rian.

Lanjut Rian terangkan bahwa ajang Peparpeprov Sumsel ini, digelar untuk menjaring atlet-atlet yang akan mewakili Sumsel dalam ajang Peparpenas 2025 mendatang.

“Bagi atlet-atlet yang berprestasi dalam ajang Peparpeprov Sumsel ini, terlebih dahulu nantinya akan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk seleksi dengan sistem promosi dan degradasi yang akan mengikuti Peparpenas 2025 mewakili Provinsi Sumsel,” terangnya.

Lebih lanjut dia sampaikan bahwa pembinaan terhadap atlet-atlet Paralympic di Kabupaten Kota sudah mulai berjalan. Hal ini dilihat dari antusiasnya para atlet yang mengikutu Peparpeprov Sumsel kedua, artinya setiap Kabupaten Kota sebelumnya Peparpeprov digelar sudah mempersiapkan atlet-atletnya.

“Sudah berjalannya pembinaan atlet-atlet Paralympic oleh Kabupaten Kota, meringankan tugas kita untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kita kedepan,” ucapnya Rian.

Terakhir Rian tambahkan bahwa selama ini, pihaknya melakukan sosialisasi sampai daerah, agar penyandang disabilitas tidak hanya berdiam dirumah saja. Dengan adanya NPCI menjadi wadah bagi mereka untuk menjadi atlet sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Di Sumsel saat ini saya lihat para orang tua tidak seperti dulu, dimana anaknya yang menyandang disabilitas disembunyikan dirumah, karena dengan adanya NPCI menjadi wadah para penyandang disabilitas untuk menyalurkan bakat olahraganya sehingga bisa menjadi atlet,” tutupnya Rian (Zul).

Redaksi AmpuhNews
Redaksi AmpuhNews
pimpinan perusahaan
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
RELATED ARTICLES