Ampuhnews.com Ogan Ilir— Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan uji coba pendinginan menggunakan Formula X-Fire di Desa Lorok, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Rambutan, IPDA Jenni Andriyanto. Berdasarkan laporan di lapangan, area yang mengalami kebakaran mencapai lebih kurang 4 hektare, sementara lahan yang berhasil didinginkan seluas kurang lebih 2 hektare.
Karakteristik tanah gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Untuk menangani bara api di dalam gambut, tim gabungan mengerahkan 10 jerigen Formula X-Fire yang dicampur dengan 1 ton air.
Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan secara terukur hingga kondisi api dinyatakan padam total.
Operasi tersebut melibatkan 14 personel gabungan yang terdiri dari personel Ditsamapta Polda Sumsel, Polsek Indralaya, Posko Rambutan, serta Posko Indralaya.
Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II menegaskan penggunaan formula khusus seperti X-Fire merupakan langkah inovatif dan taktis untuk meningkatkan efisiensi penanganan karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti lahan gambut yang sulit dijangkau dengan air biasa.
“Kami terus mengevaluasi dan memaksimalkan penggunaan sarana prasarana modern untuk memastikan setiap titik api dapat dilumpuhkan secara cepat sebelum meluas,” ujar Ka Opsda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel di lapangan serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan inovasi taktis dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumsel.
“Kehadiran tim di lapangan bersama dukungan formula pemadam modern membuktikan komitmen serius Polda Sumsel dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya karhutla,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumatera Selatan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama di wilayah Sumsel (Ril/Zul).


