Ampuhnews.com | OKI,.- Dugaan aksi pungli di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kayu Agung Kabupaten Ogan Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kian marak.
Dugaan pungli itu dilakukan dengan berbagai macam alasan mulai dari biaya kebersihan, biaya mingguan hingga biaya Handphone.
Mirisnya lagi, juga terdapat aksi jual beli kamar bagi napi yang ingin pindah kamar.
Tak tanggung-tanggung diakui oleh keluarga Napi, jika yang bersangkutan diminta uang kamar sebesar Rp. 5jt.
Tak hanya sampai disitu saja, bagi napi yang ingin mengurus PK juga harus mengeluarkan uang jutaan rupiah yang diberikan kepada oknum pegawai lapas.
Namun ironis hingga sekarang PK yang diurus dengan uang jutaan rupiah itu tak kunjung selesai.
Hal itu disampaikan langsung oleh keluarga napi kepada awak media ini, Kamis (27/08/26).
Dengan nada sedih, sumber berkeluh kesah bagaimana keluarganya selama menjadi warga binaan di lapas kelas IIB Kayu Agung.
Mulai dari makan menu yang diberikan dinilai tidak layak hingga mengharuskannya membeli diluar lapas.
Napi terkadang hanya mengambil nasinya saja, “lauk kayak gini mau dimakan ” Ujar sumber menirukan ucapan napi saat mengirim poto menu makanan via whatsapp kepada dirinya.
“Selama menjalani tahanan di lapas, banyak sekali uang yang harus kami keluarkan dengan berbagai keperluan”, ujar sumber.
Dizaman ekonomi serba sulit dituntut untuk memenuhi kebutuhan uang di lapas jika tidak maka akan dipersulit.
“Bayangkan saja belum genap satu tahun di lapas, kami sudah menghabiskan uang hingga ratusan juta untuk biaya di dalam lapas”, ungkap sumber menjelaskan.
Keluarga ini pun mengaku sudah tidak sanggup lagi, tapi mereka juga bingung harus mengadu kemana lagi akan maraknya dugaan pungli yang ada tersebut karena menurutnya percuma saja diungkap karena selalu tidak ada hasil.
Diakuinya jika keluarganya yang menjadi napi di lapas kelas II B Kayu Agung merupakan napi narkoba.
Sementara itu, Kalapas Kelas II B Kayu Agung, Chandra Syaputra Tarigan melalui KPLP, Teguh, ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Jum’at (28/08), enggan berkomentar.
Dirinya mau memberikan komentar jika awak media ini hadir ke Lapas dan mau bertemu langsung dengan dirinya mengingat belum saling mengenal. (Red)



